Presiden Turki sebut Amerika Serikat bermental ‘penginjil dan Zionis’

ANKARA (UMMAT Pos) — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuduh Washington memperlihatkan “sifat penginjil, Zionis” terkait kasus yang menimpa seorang pastor Amerika yang diduga terlibat dalam upaya kudeta yang gagal dan tuduhan spionase.

Saat ditangkap, Brunson menjadi salah satu dari 50.000 orang yang dituduh terlibat dalam upaya kudeta. Ia merupakan seorang pendeta di sebuah gereja protestan di barat daya Turki.

Brunson diadili di Pengadilan Izmir, dan menghadapi ancaman hukuman 35 tahun penjara jika terbukti bersalah. Dia telah menyangkal berbagai tuduhan tersebut.

Mengutip BBC, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo awalnya menyambut baik pemindahan Brunson dari penjara menjadi tahanan rumah. Namun, sebagaimana dicuitkannya di Twitter, langkah itu “tidak cukup” mengingat “tiada bukti kredibel” terhadap Brunson.

BACA JUGA: Erdogan Ingatkan AS Ekstradisi Fethullah Gulen Jika Ingin Pendeta Andrew Brunson Bebas

Pastor tersebut telah dipindahkan dari penjara menjadi tahanan rumah karena alasan kesehatan, tetapi pengadilan di Izmir menolak usaha banding guna membebaskannya.

Brunson ditempatkan sebagai tahanan rumah dan harus memakai perangkat elektronik pada pergelangan kaki agar aparat bisa terus memantaunya.

Faktar bahwa kedua sekutu NATO ini terlibat dalam saling mengecam ini menunjukkan seriusnya krisis hubungan AS-Turki, kata wartawan BBC, Mark Lowen.

Erdogan mengaitkan pembebasannya dengan desakan terhadap Washington untuk mengekstradisi cendekiawan Turki, Fethullah Gulen, yang diduga mengatur usaha kudeta dan kini tinggal di Pennsylvania, AS.

Kebijakan yang dikecam sebagai “diplomasi sandera” membuat hubungan dua negara yang penting ini merosot ke titik baru terendah. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dijadwalkan akan berunding dengan Menteri Luar Negeri AS, Michael Pompeo, di sela-sela pertemuan ASEAN di Singapura, akhir pekan ini.

Sebelumnya, Amerika Serikat sudah dibuat jengkel oleh keputusan Turki membeli rudal-rudal antipesawat buatan Rusia, bukan dari sesama anggota NATO.[fm/bbc]

PILIHAN REDAKSI