Balas sanksi AS atas pejabat Turki, Erdogan juga akan bekukan aset dua pejabat AS

ANKARA (UMMAT Pos) — Ankara akan membekukan aset milik menteri “kehakiman dan dalam negeri” AS sebagai bentuk balasan atas sanksi Washington dengan membekukan aset atas dua pejabat Turki di AS.

Washington menjatuhkan sanksi terhadap dua menteri kabinet Erdogan dipicu oleh penahanan pastor AS, Andrew Brunson atas tuduhan terorisme dan spionase dalam upaya kudeta militer Turki yang gagal tahun 2016.

Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence adalah umat aliran agama Kristen yang sama dengan Brunson. Kedua pemimpin ini menjadikan upaya mengembalikan Brunson ke AS sebagai prioritas.

“Hari ini saya memerintahkan teman-teman kita untuk membekukan aset para menteri kehakiman dan dalam negeri yang berada di Turki, jika mereka punya (aset),” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di Televisi, Sabtu (4/8) seperti dikutip AFP.

Erdogan tidak menyebut anggota kabinet AS yang dimaksud itu dan masih belum jelas apakah para pejabat AS itu memiliki aset di Turki.

BACA JUGA: Tolak Bebaskan Pendeta AS, Depkeu AS Ancam Kenakan Sanksi 2 Pejabat Turki Ini

Dikutip dari Cable News Network melaporkan bahwa Jaksa Agung AS adalah Jeff Sessions dan meski pemerintah AS tidak memiliki menteri dalam negeri seperti yang ada di Turki, menteri urusan dalam negeri AS adalah Ryan Zinke sementara menteri keamanan dalam negeri adalah Kirstjen Nielsen.

Pengumuman Erdogan ini adalah reaksi serupa atas keputusan Washington untuk menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul. Sanksi AS itu berupa pembekuan properti atau aset yang ada di wilayah Amerika Serikat dan melarang warga negara itu berurusan bisnis dengan kedua menteri tersebut.

BACA JUGA: Presiden Turki Sebut Amerika Serikat Bermental ‘Penginjil Dan Zionis’

Pemberlakuan sanksi ini menambah ketegangan kedua negara setelah sebelumnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh pemerintah AS memperlihatkan mental Zionis.

Pekan lalu Brunson dipindahkan menjadi tahanan rumah setelah hampir dua tahun dipenjara dalam kasus terorisme. Namun, langkah ini malarumph meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Untuk mencari jalan keluar soal isu Andrew Brunson, Menlu AS Mike Pompeo bertemu dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di Singapura, Jumat (3/8/2018). Namun pertemuan itu tak membuahkan hasil.

Bahkan, Cavusoglu menegaskan, sanksi yang dijatuhkan AS terhadap dua menterinya tak akan berpengaruh. Cavusoglu memastikan Turki tetap konsisten mengenai proses hukum terhadap Brunson yang terancam hukuman penjara 35 tahun jika terbukti bersalah.[fm/cnn/afp]

PILIHAN REDAKSI