Kunjungan Menlu AS ke Jakarta, Pemerintah Indonesia Singgung Soal Palestina

JAKARTA (UMMAT Pos) — Salah satu isu penting yang turut disinggung dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Lestari Priansari Marsudi dengan Menlu Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pompeo, pada Sabtu (4/8) adalah soal konflik Palestina dengan Israel.

AS sudah diketahui sejak lama merupakan sekutu dekat Israel. Bahkan, baru-baru ini mereka mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Israel sehingga membuat umat Muslim di seluruh dunia geram.

Tetapi, Indonesia melihat AS tetap memiliki peranan penting dalam perdamaian Israel dengan Palestina.

Kepada Menlu Retno, Menlu Pompeo menyatakan situasi Palestina bukanlah situasi yang mudah. “Tetapi saat saya menyebutkan mengenai two state solution, saya melihat penerimaan beliau bahwa two state solution ini merupakan jawaban atau merupakan satu-satunya solusi,” kata Menlu Retno di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018).

Namun, tambah Menlu Retno, AS membutuhkan waktu untuk kemudian bisa membuat satu rencana perdamaian bagi Palestina. Retno juga menekankan isu Palestina tidak hanya penting bagi Pemerintah Indonesia, tetapi hal tersebut juga sangat bermakna bagi masyarakat Indonesia.

“Dan saya memang menyebut secara spesifik mengenai isu two-state solution sebagai satu-satunya solusi yang valuable dan lasting,” tutur Retno.

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait isu Israel-Palestina berubah drastis di masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Pada 26 Desember lalu, Trump mengumumkan rencana pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang resmi dibuka pada 14 Mei lalu.

Trump juga mengurangi bantuan bagi Badan Perserikatan Bangsa-bBangsa (PBB) yang mengurusi pengungsi Palestina, UNRWA.

Usai bertemu dengan Menlu Retno, rencananya Pompeo akan melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Istana Merdeka pada Ahad (5/8) sekitar pukul 09:00 WIB. Setelah itu, ia kembali bertolak ke AS.

Disayangkan, saat dinanti oleh media untuk memberikan keterangan pers, mantan Direktur CIA itu justru tidak bersedia. Ia langsung melenggang pergi. Padahal, ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia.

Pada tahun 2019, Indonesia dan Negeri Paman Sam akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

“Tadi saya sampaikan bahwa untuk peringatan tahun depan, maka tema yang diusulkan oleh Indonesia adalah ‘Celebrate Our Diversity Prosper Together As Strategi Partner’,” ujar Retno ketika memberikan keterangan pers tadi malam di gedung Kemenlu.[fm]

PILIHAN REDAKSI