Gandeng Jepang, Indonesia Ingin Percepat Pembangunan Pembangkit Listrik asal Sampah (PLTSa)

JAKARTA (UMMAT Pos) — Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mengadakan pertemuan untuk ketiga kalinya guna mempercepat pembangunan proyek infrastruktur energi asal sampah di Jakarta.

Deputi Koordinasi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa pertemuan yang membahas Teknologi Pembangkit Listrik asal Sampah (PLTSa) ini telah menunjukan kemajuan yang sangat berarti.

“Kami berharap impelementasinya dapat dilakukan segera, kalau ada kekurangan atau penyesuaian administratif akan disesuaikan,” ujar Ridwan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Ridwan menambahkan, perkembangan proyek PLTSa yang paling maju ada di Provinsi DKI yang ditandai dengan “ground breaking” di kawasan Sunter pada Mei lalu.

“Saat ini yang akan kita kejar untuk Legok Nangka di Jawa Barat,” kata Ridwan.

Ridwan tetap optimis proyek ini akan berjalan meskipun waktu menuju ke tahap konstruksi masih cukup membutuhkan waktu. Namun menurutnya kepastian berjalannya proyek ini sudah terlihat.

Sebagai informasi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Proyek PLTSa juga masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN).

Pemerintah juga telah menambah proyek PLTSa di 8 kota menjadi 12 kota dalam Perpres tersebut. Adapun 12 kota yang dimaksud antara lain, DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Manado.

Teknologi PLTSa sudah banyak berhasil diterapkan dibanyak negara di dunia termasuk Jepang. Bahkan Jepang sendiri telah membangun PLTSa lebih dari 1000 pembangkit. Hal ini salah satu alasan mengapa Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Jepang.

Sumber: Antara