PBB Desak Myanmar untuk Memperbaiki Situasi di Arakan

MAUNGDAW (UMMAT Pos) — Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi (UNHCR) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), menyerukan untuk memperbaiki situasi di wilayah Arakan untuk keamanan kembalinya ratusan ribu Muslim Arakan dari Bangladesh.

Dalam pernyataan bersama yang dibuat oleh UNHCR dan UNDP, dinyatakan bahwa kantor PBB membutuhkan akses penuh ke wilayah Arakan dan menunggu tanggapan atas permintaan izin yang dibuat pada tanggal 14 Juni bagi staf internasional yang berbasis Maungdaw.

Pernyataan itu menekankan bahwa kemajuan yang sebenarnya harus dilakukan segera adalah memastikan akses yang efektif terutama untuk Arakan, untuk memastikan kebebasan bergerak dari semua komunitas dan untuk memecahkan masalah yang mengarah ke krisis.

Kesepakatan telah ditandatangani antara pemerintah Myanmar dan PBB untuk melindungi Muslim Arakan di Bangladesh untuk kembali ke rumah mereka.

Kesepakatan dimaksud merupakan reaksi dari komunitas internasional dan dari PBB sendiri.

Utusan Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk Myanmar, Yanghee Lee, telah menekankan bahwa dalam kerangka protokol, tidak mungkin bahwa Muslim harus kembali ke rumah mereka dengan “sukarela, terhormat, aman dan berkelanjutan.”

Dalam pernyataan bersama yang ditandatangani pada 10 Juni oleh 23 organisasi Rohingya termasuk Dewan Eropa Rohingya (ERC) dan Arakan Rohingya National Organization (ARNO), menyatakan:

“Kami sangat prihatin bahwa kesepakatan ini tidak membahas penyebab utama krisis Rohingya, terutama kewarganegaraan Rohingya dan masalah identitas etnis.”

Sumber: TRT.NET

Penerjemah: Faisal

PILIHAN REDAKSI