Fahri Hamzah minta pemerintah tetapkan gempa Lombok jadi bencana nasional

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pemerintah seharusnya menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional karena begitu masifnya dampak kerusakan yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

“Saya mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan status bencana di sini sebagai bencana nasional,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis, Kamis, (9/8/2018).

Fahri menyebutkan hal tersebut ketika mengunjungi lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 8 Agustus 2018.

Menurut dia, gempa tersebut perlu dijadikan statusnya sebagai bencana nasional karena telah terjadi aktivitas gempa hingga sekitar 800-an getaran,, dengan dua kali puncak gempa yang mematikan, yaitu gempa berkekuatan 6,4 SR pada 29 Juli, dan gempa 7 SR pada 5 Agustus.

Pada gempa yang terjadi pada 29 Juli, Fahri mengingatkan bahwa peristiwa nahas tersebut telah merobohkan beberapa infrastruktur dan rumah warga, serta ratusan warga luka-luka dan ribuan bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Sedangkan pada gempa pada 5 Agustus, dampaknya jauh lebih besar baik dalam jumlah korban berjatuhan hingga infrastruktur fisik yang mengalami kerusakan atau bahkan runtuh.

“Ini di Lombok Utara seperti daerah mati. Di sanalah episentrum gempa kali ini. Lombok Timur, Lombok Barat, Mataram dan Lombok Tengah juga terkena. Sepanjang jalan raya rumah-rumah hancur berantakan,” kata Fahri seperti dikutip Antara.

Fahri menyatakan bahwa dia bersama sejumlah rekannya berencana melakukan gerakan Koin untuk Lombok sekaligus dalam rangka menyadarkan kepada berbagai pihak bahwa yang terjadi di Lombok, NTB ini adalah bencana nasional.

ementara itu, Gempa susulan berkekuatan 6,2 SR pada Kamis (9/8), pukul 12.25 WIB, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan melalui Twitter.

Pusat gempa berada 6 km arah barat laut Lombok Utara, dengan kedalaman 12 km, kata Sutopo. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Getaran kuat juga dirasakan di Mataram, sekitar 60 km di selatan pusat gempa. Bangunan tinggi bergoyang kuat, dan banyak gedung mengalami kerusakan.[fm/ant]

PILIHAN REDAKSI