Menteri Agama Malaysia perintahkan cabut foto simbol LGBT dari sebuah pameran

KUALA LUMPUR (UMMAT Pos) — Direktur George Town Festival mengatakan dirinya “diarahkan” untuk menurunkan potret pegiat homoseks oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri untuk Urusan Agama, Mujahid Yusof Rawa.

Mujahid menegaskan penyebaran kebudayaan LGBT tidak didukung di Malaysia.

Pameran tersebut menampilkan serangkaian potret sejumlah warga Malaysia yang berpose dengan bendera negara itu. Foto-foto tersebut diambil tahun lalu pada peringatan 60 tahun kemerdekaan Malaysia.

Di antaranya adalah Nisha Ayub, pegiat transgender.

Sosok lainnya, Pang Khee Teik adalah salah satu pendiri Seksualiti Merdeka, sebuah acara tahunan tentang hak seksualitas. Dia juga menjadi editor forum online Queer Lapis.

Dia difoto menggenggam bendera pelangi dan dibalut bendera nasional.

Homoseksualitas adalah suatu pelanggaran hukum di Malaysia, menurut hukum sekuler maupun syariah Islam.

Joe Sidek, direktur acara mengakui dirinya diminta untuk menurunkan foto-foto itu dengan kalimat, “saya tidak diancam”.

Dia berdalih tujuan pameran terbuka untuk umum yang berjudul Stripes and Strokes tersebut adalah untuk menampilkan “Kebanggaan Malaysia, bukannya kebanggaan gay”.

“Jadi saya memilih untuk kalah dalam pertarungan ini,” katanya.

Mujahid mengatakan kepada koran The Star Malaysia bahwa masyarakat Malaysia “tidak bisa menerima penyebaran LGBT karena bertentangan dengan norma masyarakat”.

“Ketika Anda menampilkan potret dengan simbol (LGBT), jika itu bukannya mempromosikan…maka jelaskan ke saya apa artinya mempromosikan?”[fm/bbc]

PILIHAN REDAKSI