Dampak Sanksi Ekonomi AS di Iran, Warga Salahkan Pemerintah

TEHERAN (UMMAT Pos) — Saat Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi tahap pertama, Selasa (7/8/2018), rakyat Iran justru menyalahkan pemerintah atas kondisi ekonomi yang memburuk, bukan Washington.

Sebagian besar dampak ekonomi telah dirasakan beberapa pekan sebelum sanksi ekonomi resmi diumumkan Trump. Sikap agresif Presiden Amerika Serikat tersebut menyebabkan investor ketakutan dan mengguncang mata uang riyal Iran.

Hal itu menambah sejumlah masalah lain yang telah ada. Seperti korupsi yang telah berurat berakar, sistem perbankan yang kisruh dan pengangguran yang marak.

Sebagian besar penduduk Iran telah merasakan permusuhan dari AS selama empat dekade. Sehingga kemarahan mereka sebenarnya diarahkan oleh pemimpin mereka sendiri.

Harga-harga naik lagi, tapi alasannya karena pemerintah korupsi, bukan sanksi AS,” kata Ali, 35 tahun seorang dekorator.

Seperti kebanyakan orang, dia melihat Presiden Hassan Rouhani tidak berdaya untuk memperbaiki keadaan.

“Dia tidak bisa menyelesaikan masalah. Telah terlihat beberapa kali bahwa dia bukan pengambil keputusan di negeri ini. Masalah kami adalah para wakil rakyat dan sistem,” tambah dia.

Penduduk Iran yang kaya dan berpendidikan juga kehilangan harapan, tapi mereka mempunyai pilihan untuk pergi. Meski terasa berat.

Sogand, remaja keturunan Iran-Amerika, memutuskan tinggal di Iran untuk pertama kalinya pada lima lalu. Dia menikmati ketegangan internasional terkait kesepakatan nuklir Iran.

“Saya malu meninggalkan teman-teman saya di masa krisis ekonomi ini. Saya merasa bersalah memiliki sumber-sumber untuk pergi secepatnya di depan teman-teman saya,” kata dia seperti dilaporkan AFP.

Dia menggambarkan tidak ada harapan bagi Iran di tengah ketidakstabilan ekonomi dan prospek keuangan seperti sekarang di tengah sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.[fm/cnn]

PILIHAN REDAKSI