Waspada! Kenali Ciri-ciri Umum Predator Seksual di Sekitar Kita

PEDOFIL atau pedofilia merupakan kata yang berasal dari bahasa yunani Paidophilia yang artinya kelainan pada seseorang yaitu perilaku peyimpangan seksual, biasanya seseorang yang menderita pedofil akan menyukai anak-anak sebagai sasarannya.

Tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak, dan tentunya tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil.

Menandai paedofil, jika mereka ada di sekitar kita, bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, tidak ada ciri sangat khusus yang membedakan mereka dengan orang lainnya.

Umumnya pedofil suka dekat dengan anak-anak. Tapi, tidak semua yang dekat dengan anak-anak pasti paedofil. Perlu diingat juga, tidak semua pedofil adalah pelaku kejahatan seksual.

Meski tidak ada ciri khusus dari para pedofil ini, menurut yayasan nirlaba yang bergerak di bidang kesejahteraan anak Educate and Empower Kids, orangtua bisa mewaspadai seseorang yang menunjukkan ciri umum berikut ini:

1. Seorang predator seks, mungkin memberi perhatian khusus kepada anak dan membuat anak merasa istimewa. Mereka akan cenderung untuk mencoba untuk memenangkan kasih sayang anak dengan sering memberi hadiah.

Contohnya,”Saya punya sekotak permen, yuk kita berbagi.” Atau, kepada anak yang lebih tua, mungkin mereka akan mengatakan, “Kamu suka grup musik X? Saya punya tiket konsernya untuk kita. Itu juga band favorit saya.”

2. Mereka mungkin mengisolasi anak dengan melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan yang mengharuskan mereka untuk menyendiri bersama-sama.

3. Mereka juga mungkin akan mencoba menyentuh anak di depan Anda, orangtuanya, supaya anak berpikir bahwa Anda tidak keberatan jika dia disentuh oleh si Predator.

Sentuhannya berupa sentuhan sederhana tepukan di pundak, atau meminta pelukan selamat tinggal. Mereka tidak akan memaksakan sebuah sentuhan untuk menghindari kecurigaan.

4. Perlu diingat bahwa kontak fisik pertama antara predator dengan korban sering bersifat non-seksual yang dirancang untuk memengaruhi anak.

Tujuannya, supaya anak nyaman dan bisa disentuh, sehingga jalan untuk melakukan aktivitas seksual menjadi lebih terbuka.

5. Seorang predator mungkin juga akan mengambil keuntungan dari rasa ingin tahu alami anak tentang seks.

Caranya, mereka akan mengatakan lelucon yang “jorok”, atau mengajak anak bermain permainan yang mengarah ke aktivitas seks.

6. Seorang predator, secara diam-diam, memerhatikan apa yang menjadi kesukaan anak supaya bisa memikat anak dengan menawarkan apa yang anak sukai.

Setelah anak terpikat, tidak menutup kemungkinan, mereka akan ditawari mencoba narkoba atau alkohol juga.

Setelah beberapa saat, predator akan meminta anak mengakses media porno sebagai balasan atas pemberian mereka selama ini. Dalam meminta, mereka tidak akan menggunakan cara kasar atau memaksa. Mereka lebih percaya keampuhan bujuk rayu.

7. Seorang predator juga kerap menampilkan dirinya sebagai pendengar yang simpatik ketika orangtua dan teman mengecewakan anak.

Predator sering menarget anak yang merasa terisolasi dari teman dan keluarganya.

8. Seorang predator sering memerlakukan korban sebagai orang yang istimewa dalam “hubungan” mereka.

Mereka akan berpura-pura berbagi rahasia penting kepada anak, membuat anak merasa dipercaya dan diistimewakan. Ujungnya, anak juga diminta berbagi sesuatu yang penting dengan Si Predator.

Kewajiban orang tualah yang harus mempertajam kepekaan terhadap perkembangan fisik, pergaulan, mengetahui batas berinteraksi dengan orang asing. Secara umum upaya dapat dilakukan dengan cara orangtua sebagai pendidik, orang tua sebagai pengawas, orang tua sebagai pembimbing terhadap pergaulan anak-anaknya. Orang tua adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup anak dan tempat perlindungan pertama si anak. Sehingga upaya orang tua perlu ditingkatkan lagi agar anak terhindar dari kekerasan pedofilia ataupun kekerasan apapun.[fm]