Jumlah Korban jiwa gempa Lombok bertambah jadi 385 orang, terbanyak di Lombok Utara

LOMBOK UTARA (UMMAT Pos) — Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Lombok Kolonel Ahmad Rizal Ramdhani mencatat data terbaru jumlah jiwa sejak Jumat kemarin, total berjumlah 385 orang.

“Ya jumlah itu masuk seluruhnya,” kata Ahmad Rizal Ramdhani di halaman kantor Bupati Lombok Utara, Jumat (10/8/2018).

Jumlah itu dihitung sejak gempa 7 SR dan disusul gempa 6,2 SR. Sebaran korban berada di seluruh kabupaten/kota di Lombok.

Sedangkan untuk data korban luka, Rizal menyampaikan kalau luka ringan sangat banyak datanya terus bergerak. Kalau luka berat ada 374 yang tercatat oleh rumah sakit yang menangani di seluruh NTB. “Tapi yang tidak di rumah sakit, juga masih banyak,” katanya.

Lebih lanjut, Rizal menambahkan, jumlah pengungsi sudah mencapai 240.595 orang. Hal ini dikarenakan ada sebanyak 7.384 rumah rusak. “Tapi pendataan terus berjalan. Orang-orang banyak yang belum berani tinggal di rumah meski tidak rusak, khawatir gempa susulan. Kalau prasarana pendidikan ada 458 yang rusak,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan data Badan Nasional Penganggulangan Bencana Daerah (BNPB) hingga Kamis (9/8) mencatat jumlah korban tewas akibat gempa di NTB mencapai 259 orang. 259 orang meninggal dunia adalah korban yang sudah terverifikasi.

Data ini masih akan terus bertambah mengingat tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih diidentifikasi. Diduga korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang belum dievakuasi.

“Ada juga laporan dari aparat daerah yang menyatakan adanya korban meninggal di daerah sebelumnya dan sudah dimakamkan tetapi belum didata dan dilaporkan ke posko sehingga data korban meninggal dunia akan bertambah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Kamis (9/8).

Warga Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada dekat dengan episentrum guncangan gempa menduga masih banyak korban yang terjebak dalam reruntuhan rumah.[fm]

PILIHAN REDAKSI