MUI Apresiasi Keseragaman dan Kesepakatan Seluruh Ormas Tentang Awal Bulan Dzulhijjah

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Basri Bermanda, mewakili MUI dalam sidang Isbat di Kementrian Agama Sabtu Sore mengungkapkan apresiasinya kepada Kemenag yang sampai saat ini melaksanakan fatwa MUI no 2 tahun 2004.

“Substansi dalam fatwa itu adalah dalam penetapan Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah ini, MUI meminta sebuah urun rembug atau sidang yang disebut sidang Isbat, ini adalah suatu solusi agar kita dapat menyamakan persepsi kita dalam menghitung hari-hari besar ini,” ungkap Basri dalam Konferensi Pers di Kemenag, Jl MH Thamrin, Sabtu (11/08/2018).

BACA JUGA: Hasil Sidang Itsbat Kemenag RI Tetapkan 1 Zulhijjah Bertepatan 13 Agustus

Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya merasa bahagia karena dalam sidang isbat yang digelar pasca sholat Maghrib, seluruh ormas yang hadir bersepakat tentang awal bulan Dzulhijjah.

“Awal Dzulhijjah ini dapat diputuskan secara bulat. Untuk itu tugas kita dalam menyambut hari suci ini, sholat Ied dan qurban, Idul qurban. Ini penting kita tekankan agar nilai-nilai kesucian khususnya di Indonesia dapat sama-sama kita rayakan,” ujarnya.

Ia berharap semoga di tahun berikutnya kesamaan persepsi ini dapat dijaga dan juga dapat dirawat supaya umat islam dapat betul-betul satu dalam pandangan, suasana, dan kebersamaan dalam menghadapi hari-hari besar.

“Terima kasih kepada Kemenag yang selalu mengindahkan fatwa dari MUI. Ini lah bentuk perantara antara ulama dan zuama,” pungkasnya.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI