Malaysia ingin batalkan sejumlah proyek dengan Cina

PUTRAJAYA (UMMAT Pos) — Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia ingin menghapus proyek infrastruktur yang didanai Cina senilai miliaran ringgit yang disegel oleh pemerintah sebelumnya dalam upaya pemerintah untuk membebaskan negara dari utang.

Mengutip Bharian, Mahathir juga terpaksa mengambil keputusan sulit terkait proyek saluran pipa energi dan rel sepanjang jalur pantai timur Semenanjung Malaysia oleh mantan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak yang kini menghadapi tuduhan penyalahgunaan dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

“Kita tidak perlu meneruskan dua projek terbabit. Kita tidak fikir projek itu berdaya maju. Kalau boleh kita hendak gugurkan saja projek itu,” “katanya dalam wawancara dengan kantor berita The Associated Press (AP) di kantornya.

Dr Mahathir akan mengadakan kunjungan pertamanya ke Beijing pada hari Jumat setelah kembali ke pemerintah sebagai Perdana Menteri sejak 10 Mei.

Saat menjabat Perdana Menteri, Najib Razak telah menjalin hubungan yang erat dengan Cina dan mengambil peran utama dalam prakarsa perdagangan global ‘One Belt, One Road’ di negara-negara Asia Tenggara.

Mantan perdana menteri tersebut telah menandatangani perjanjian untuk membangun 688 kilometer Proyek East Coast Railways (ECRL) dan dua jaringan pipa gas pada tahun 2016.

Dr Mahathir mengatakan jika proyek itu tidak dapat dibatalkan, Malaysia harus menangguhkan pelaksanaannya sampai ada kebutuhan untuk melanjutkannya.

Dia juga mendesak Cina untuk menghormati perjalanan kapal di Laut Cina Selatan yang menjadi tuntutan beberapa negara Asia Tenggara dan republik tersebut terutama melibatkan pulau-pulau dan terumbu karang.

Cina sebelumnya mengklaim Laut Cina Selatan menjadi propertinya dan membangun beberapa pulau buatan di perairan lengkap dengan pesawat, hangar, radar dan pangkalan rudal untuk memperkuat tuntutannya.

Negara Republik itu juga menuduh Amerika Serikat melakukan intervensi di perairan ketika sering mengirim kapal induk dan kapal perangnya di sana.[fm/bharian]

PILIHAN REDAKSI