Tanggapi soal Mahar Sandi, KPK Imbau Publik Cek Aturan Batasan Dana Kampanye

JAKARTA (UMMAT Pos) —  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan pihaknya tidak bisa menyentuh dugaan pemberian mahar yang dilakukan oleh Cawapres Sandiaga Uno ke PAN dan PKS. Dirinya beralasan bahwa hal tersebut menjadi ranah dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.

“KPK baru bisa masuk apabila ditemukan bukti bahwa yang bersangkutan mengambil sesuatu dari jabatan sebelumnya untuk kepentingan itu (Pilpres) nah itu baru bisa,” ujar Saut yang ditemui di gedung KPK pada Senin malam (13/8/2018).

Lagipula, dalam sudut pandang Saut, dari pemberitaan media, Sandiaga memberikan uang itu kepada partai politik yang menjadi bagian dari koalisinya.

“Intinya ketika itu (mahar) diberikan ke partai politik dan itu sesuai dengan aturan di KPU maka KPK gak bisa masuk di situ,” kata dia lagi.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada publik untuk mengecek aturan yang berlaku mengenai batasan dana kampanye yang boleh disumbang oleh perorangan dan perusahaan.

“Kan ada ketentuannya tuh kalau yang menyumbang perorangan itu batas maksimalnya berapa, sedangkan kalau perusahaan berapa (yang boleh disumbang),” tutur dia.

Jauh sebelum ramai diberitakan ada transaksi politik, menurut Saut, KPK telah memberikan tiga rekomendasi ke partai politik. Tujuannya, agar bisa menghasilkan kader dan calon pemimpin yang baik serta mencegah adanya transaksi politik.

“KPK kan pernah merekomendasikan mengenai tiga hal tentang partai politik, pertama, soal kaderisasi, kedua, biaya partai politik dan ketiga, transparansi dana,” kata Saut.

Dugaan soal pemberian mahar oleh bakal cawapres tersebut mengemuka oleh cuitan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Ia menuding mantan Wakil Gubernur DKI itu disebut memberikan mahar senilai Rp1 triliun untuk dua partai, yakni PKS dan PAN. Masing-masing disebut Andi menerima Rp500 miliar. Andi kemudian menuding dasar Prabowo memilih Sandi karena ia berhasil menaklukan kedua partai itu usai memberi mahar.[fm]

PILIHAN REDAKSI