PM Mahathir Mohamad: Malaysia tidak mau diseret dalam perang Arab Saudi

PUTRAJAYA (UMMAT Pos) — Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menegaskan Malaysia adalah negara netral dan tidak akan diseret ke dalam perang di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press (AP), dia mengomentari panggilan pemerintah Saudi kepada pasukan Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) di Arab Saudi seperti yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan Mohamad Sabu pada Juni lalu.

“Arab Saudi kini dalam perang. Kami tidak ingin terlibat dalam mana-mana perang luar…kami tidak akan dituduh membantu mana-mana perang yang agresif,” katanya seperti dikutip Malaysiakini.

Sebelumnya, Mohamad mengatakan kabinet memutuskan untuk memanggil kembali ATM di Arab Saudi sebagai negara yang menunjukkan netralitas dan tidak mendukung ideologi politik dari kekuatan dunia.

Langkah itu ditolak oleh MP PAS Ahmad Fadhli Shaari yang mengatakan keputusan itu seperti menggambarkan negara yang mendukung pemberontak di Yaman.

Penempatan militer di negara itu telah lama ditentang oleh oposisi, terutama AMANAH, meskipun mantan menteri pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan militer negara itu tidak terlibat dalam operasi penyerangan.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga memutuskan untuk menghentikan operasi Pusat Keamanan Internasional Raja Salman (KSCIP) – sebuah kolaborasi antara kedua negara untuk melawan terorisme.[fm/mk]

PILIHAN REDAKSI