PM Pakistan dukung langkah presiden Turki, Erdogan

ISLAMABAD (UMMAT Pos) — Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, memberikan dukungannya kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, terkait ketegangan diplomatiknya dengan Amerika Serikat yang dinilai sebagai hubungan terburuk antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

“Atas nama rakyat Pakistan dan saya sendiri, saya ingin Presiden Erdogan dan rakyat Turki tahu bahwa kami mendoakan keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi yang berat. Sebab mereka selalu berhasil melawan kemalangan dalam sejarah kejayaan mereka,” tulis Khan, dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (15/8).

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri seperti dikutip Express.co.uk mengatakan: “Pakistan, pada prinsipnya, menentang pengenaan sanksi sepihak terhadap negara manapun.”

Lebih lanjut dikatakan bahwa Pakistan mengakui dan sangat menghargai peran Turki yang tak ternilai terhadap perdamaian dan stabilitas regional dan internasional.

Politikus Pakistan lainnya menambahkan: “Orang-orang Turki selalu berhasil melawan kemalangan dalam sejarah kejayaan mereka.”

Pesan dukungan Imran Khan kepada Erdogan dan rakyat Turki ditulis melalui unggahan di Twitter.

Pernyataan Khan yang terpilih baru-baru ini memang bukanlah hal yang mengejutkan sebab ia telah menjadi kritikus paling vokal terhadap kebijakan AS. Bahkan, dia pernah menuding AS memperlakukan Pakistan sebagai ‘alas kaki’ karena tindakan semena-mena negara tersebut.

Khan juga mengkritik kebijakan drone AS yang menurutnya memperburuk masalah terorisme. Dia bahkan pernah berjanji untuk menembak jatuh drone AS jika terpilih sebagai perdana menteri.

Januari lalu Khan menulis: “Kami menjadi wakil AS untuk perang melawan Uni Soviet ketika memasuki Afghanistan dan kami mengizinkan CIA untuk membuat, melatih, dan mempersenjatai kelompok-kelompok Jihadi di tanah kami dan satu dekade kemudian kami mencoba untuk melenyapkan mereka sebagai teroris.” atas pesanan AS. Saatnya telah tiba untuk berdiri teguh dan memberikan respon yang kuat terhadap AS.”

Sumber: middleeastmonitor.com, express.co.uk

Faisal

PILIHAN REDAKSI