Juru Bicara Kepresidenan Turki: Kondisi Ekonomi Turki Membaik

ANKARA (UMMAT Pos) — Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin, pada Rabu (15/8) mengatakan bahwa situasi ekonomi negara euro-asia ini mulai membaik dibanding sebelumnya dan berharap sentimen postif itu akan berlanjut.

“Kami memperkirakan situasi ekonomi akan terus pulih dalam beberapa hari mendatang, bersamaan dengan langkah-langkah yang akan diambil oleh institusi kami masing-masing,” katanya pada konferensi pers di Ankara.

Dia menunjukkan bahwa negaranya sedang menunggu untuk menyelesaikan masalah yang “luar biasa” secepat mungkin.

Turki sedang mengalami “perang ekonomi” baru-baru ini akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang menaikkan tarif impor logam dari Turki. Hal tersebut menyebabkan fluktuasi nilai tukar lira.

“Turki tidak ingin melancarkan perang ekonomi, tetapi tidak akan berdiam diri jika terjadi serangan terhadapnya,” katanya.

Dia menekankan bahwa fluktuasi terbaru dalam nilai tukar Lira terhadap mata uang asing tidak ada hubungannya dengan kondisi ekonomi Turki secara internal, yang terjadi adalah hasil dari langkah dan posisi Amerika yang tidak logis.

“Fluktuasi ini hanyalah perang ekonomi dan kampanye psikologis yang mencoba untuk mengubah citra ekonomi Turki.”

“Turki bukan hanya sebuah negara yang membeli F-35 tapi mitra dalam proyek manufakturnya, dan beberapa pembayaran telah dilakukan sebagai bagian dari komitmennya terhadap proyek tersebut,” katanya.

Dia mencatat bahwa berkat langkah-langkah yang diambil oleh lembaga negara Turki, Departemen Keuangan dan Bank Sentral serta kebijaksanaan warga Turki, situasi ekonomi di negara itu mulai membaik dari Selasa lalu (13/8).

Dia menekankan bahwa struktur ekonomi Turki kuat, infrastruktur sektor perbankan solid, bahwa Turki adalah salah satu negara terbaik di dunia dalam sektor ini.

Kami telah mencapai tujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di bawah 10% untuk usia 15 tahun ke atas, dan ini merupakan indikator kemajuan ekonomi menuju arah positif.

Dia juga menjelaskan bahwa Turki memiliki lingkungan yang tepat untuk investasi, dan bahwa semua kalangan ekonom mengamini bahwa konsekuensi dari perang ekonomi yang diarahkan untuk melawan Turki akan membahayakan ekonomi dunia.

“Turki akan mengubah krisis saat ini menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan dan langkah-langkah yang diambil dalam arah ini merupakan indikasi hal tersebut. Kami akan tetap berkomitmen untuk aturan pasar bebas,” katanya.

Terkait perkembangan situasi keamanan di Suriah utara, Kalin mengatakan bahwa unsur-unsur lawan mulai menarik diri dari wilayah Suriah, Manbij, dan sekitarnya, kita sedang menunggu untuk penarikan mereka dari sebelah timur Sungai Efrat sepenuhnya.

Dia mengatakan bahwa pertemuan ketiga (untuk diskusi antara Astana, Rusia dan Iran) akan berlangsung di Teheran pada pekan pertama September, di hadapan kepala tiga negara.

Turki sangat mementingkan pembicaraan Astana, untuk mengakhiri krisis Suriah tujuh tahun melalui cara damai dan diplomatik, katanya.

Dia menunjukkan bahwa pertemuan mendatang akan membahas perkembangan terakhir di di Suriah, terutama situasi di provinsi Idlib di utara negara itu.

Kalin juga menambahkan: “Dalam beberapa kali Idlib mengalami kemajuan, dan Turki sebagai negara penjamin tidak mengiinginkan terjadinya kejadian serupa dengan yang terjadi di Hama, perisai dan Kenitra, dan kami bekerja melalui semua lembaga kami yang bersangkutan untuk mencegah pergerakan di Idlib.”

Mereka juga meminta rezim Suriah untuk menghentikan serangannya terhadap Idlib dan seluruh Suriah dengan segera.

Sumber: Anadolu Agency

Penerjemah: Saifullah Abubakar

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI