Bikin Heboh, Foto Spanduk #2019 GantiPresiden Dibentangkan di Tanah Suci

JAKARTA (UMMAT Pos) — Dua buah foto jemaah haji yang memperlihatkan spanduk bertuliskan tagar 2019 Ganti Presiden menjadi perbincangan warganet. Pada salah satu unggahan foto menampilkan sekelompok orang berpakaian haji memben­tangkan spanduk bertuliskan #2019 Ganti Presiden.

Selain spanduk, dalam foto lainnya terlihat seorang laki-laki mengenakan kaus dengan tulisan yang sama.

Belum diketahui jamaah haji mana yang be­rani membentangkan spanduk tersebut. Namun, dalam caption foto itu, dijelaskan jamaah haji itu asal Kabupaten Majalengka. “Ini merupakan foto rombongan haji Majalengka. Saat jamaah tiba di lokasi tujuan ziarah di Jabal Uhud, Madinah Al Munawarah, Saudi Arabia,” tulis fanpage itu.

Unggahan itu kontan mengundang reaksi dari warganet Majalengka. Selain di media sosial facebook, unggahan itu juga ramai dibicarakan di sejumlah grup WA.

Namun, Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka Yayat Hidayat, melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kiki Basuki membantahnya kabar tersebut. Menurut dia, rombongan jamaah haji asal Kabupaten Majalengka masih di Makkah bukan di Madinah.

“Rombongan asal Kabupaten Majalengka masih gelombang 2 di Makkah. Sedangkan gambar itu, seperti yang tertera, lokasinya di Uhud, Madinah,” katanya, Rabu (15/8/2018).

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyarankan persoalan tersebut agar dikonfirmaskan ke Bawaslu Jawa Barat. “Silakan konfirmasi ke Bawaslu Jabar,” katanya.

Sedangkan salah satu Komisioner Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, meminta kepada selu­ruh elemen masyarakat tetap menjaga suasana iklim kondusif di tengah masyarakat. Terlebih jemaah haji seharusnya fokus dalam melak­sanakan ritual ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Memang itu ada hak konstitusional warga, namun alangkah eloknya agar tetap menjaga suasana kondusif dan tidak mencampurkan adukan urusan ibadah dengan isu politik,” katanya.

Dalam konteks seperti ini, Bawaslu men­gaku sulit adanya dugaan pelanggaran, kar­ena masalah ini perlu pengkajian yang lebih mendalam. Namun, pihaknya menghimbau kepada para jemaah haji seharusnya lebih fokus melaksanakan ibadah ketimbang terlibat dalam persolan politik praktis.[fm/rmol/sindo]

 

PILIHAN REDAKSI