Ustaz Bachtiar Nasir: Allah Mengajak Kita Berbicara dengan Ayat KauniyahNya

JAKARTA (UMMAT Pos) — Tak kurang dari 5 gempa besar terjadi pada Ahad malam, (19/8/2018) di Lombok. Menanggapi fenomena alam ini, Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa Sang Pencipta, Allah Ta’ala sesungguhnya sedang menitipkan pesannya di bumi Lombok.

“Begitulah cara bumi bertutur dan begitupula cara bumi bersikap merespon apa yang tengah terjadi di muka bumi ini, dan apa yang dilakukan bumi tentu adalah pengejawantahan dari wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا

“Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” Terjemahan QS. Az-Zalzalah ayat 5.”

Menurutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala sedang berbicara, namun kali ini bukan dengan teks-teks Quraniyyah yang mungkin selama ini banyak diabaikan oleh semua kalangan. Saat ayat-ayat Quraniyyah sudah tidak lagi bergeming dan tidak lagi keras dirasakan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dengan ayat-ayat kauniyyah (pesan yang dititipkan lewat gejala alam, red).

Dari Jakarta, Ustaz Bachtiar Nasir lewat pesan audionya mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk mendekatkan diri kepada Allah, mohon ampun atas segala kesalahan dengan Taubatan nasuha secara kolektif, termasuk seluruh pemimpin negeri ini.

Jika kita menyebutnya ini adalah bencana nasional, maka kita secara nasional, terutama para pemimpin, para tokoh nasional, orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat, kitalah yang pertama kali diajak berbicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala!”

Menurut salah satu pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini, getaran gempa yang susul menyusul bukan untuk masyarakat Lombok dan sekitarnya saja, tapi fenomena alam tersebut menjadi peringatan bagi semua warga Indonesia. “Apa yang terjadi di Lombok, bisa jadi teguran dari Allah..”

Pimpinan Ar-Rahman Quranic Learning Center ini juga mengajak untuk melaksanakan sholat taubat dua rakaat kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan mendoakan para korban yang ditimpa musibah.

“Jangan lalai untuk beristigfar pada waktu-waktu yang sebaik-baiknya,” tambahnya.

Dalam audio lanjutannya, tokoh yang pernah mengetuai GNPF Ulama ini juga mengajak untuk terus bersedekah dan saling berbagi antar sesama. Merasakan penderitaan para korban, mereka yang tidur diatas alas terpal, dengan suhu yang dingin, angin yang bebas menerpa, tanpa pintu, kasur dan selimut hangat. Keluarga tanpa rumah, bayi-bayi yang sakit, masa depan yang tak pasti.

Walau tidak berpotensi tsunami, sederet gempa yang baru saja terasa hingga NTT, kota Makassar dan Bali. Dan beberapa laporan di pos relawan Lombok Timur dan Lombok Utara, menyusul beberapa bangunan kembali roboh. Rata dengan tanah.[Faisal]

PILIHAN REDAKSI