Pengusaha Amerika Mulai Khawatirkan Perang Dagang Cina – AS

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam The U.S. Trade Representative’s office mulai mengkhawatirkan gejolak pasar akibat ‘perang dagang’ antara negara mereka dengan Cina.

Dalam terstimoni dengar pendapat publik tentang rencana pengenaan tarif 25 persen atas impor barang Cina bernilai US$200 miliar mereka menyatakan bahwa kebijakan perang dagang yang digencarkan Presiden AS Donald Trump telah menimbulkan kerusakan pada konsumen, pekerja, bisnis dan ekonomi Amerika.

Apalagi, pemberlakuan tarif tinggi menyasar makanan laut, furnitur, produk lampu, bahan kimia, plastik, sepeda, dan kursi mobil untuk bayi yang menjadi keperluan harian masyarakat AS.

“Tarif tambahan yang diusulkan oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) semakin memperluas kerusakan itu,” kata testimoni Kadin AS seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/8).

Kelompok lobi bisnis teratas di AS tersebut juga mengatakan bahwa kebijakan perang dagang menunjukkan Pemerintahan Trump tidak punya ‘strategi koheren’ dalam mengatasi defisit neraca dagang dengan Cina.

Kecamuk perang dagang telah berkobar antara Cina dengan AS sejak beberapa waktu lalu. Kedua negara saling berbalas tarif atas produk impor.

Dalam lebih dari 1.400 komentar tertulis yang disampaikan pada USTR dan akan digemakan dalam rapat dengar pendapat umum, kebanyakan pebisnis AS menyatakan bahwa perang dagang telah menyebabkan kerugian besar.

Perang dagang telah memicu kenaikan harga barang salah satunya untuk kostum Halloween dan lampu natal.

Graco Children’s Products Inc, sebuah unit Newell Brands Inc, mengatakan perang dagang akan memiliki dampak negatif langsung terhadap mereka.

Perang dagang juga mereka perkirakan akan membuat keselamatan orang tua dan anak-anak Amerika terganggu.

“Perang dagang memicu kenaikan yang bisa mendorong lebih banyak orang tua untuk membeli kursi mobil, ayunan dan tempat bermain portabel di pasar barang bekas,” katanya.

Graco dalam tulisan tersebut juga tak yakin perang dagang yang dikobarkan AS bakal mengubah kebijakan perdagangan Cina.

Peti Mati

Bukan hanya memberi masalah pada masyarakat hidup, perang dagang juga diperkirakan warga AS bisa mengganggu mayat. Presiden Centennial Casket Corp Douglas Chen mengatakan bahwa perusahaannya mengandalkan peti mati buatan China.

Perang dagang akan membuat harga peti mati kian mahal dan membebani keluarga yang yang ditinggalkan.

Sementara itu, Westinghouse Electric Co LLC, produsen bahan bakar nuklir AS terkemuka, mengatakan bahwa perang dagang kemungkinan besar akan meningkatkan biaya produksi listrik mereka.

Mereka selama ini cukup bergantung pada Cina untuk serbuk zirkonium dan zirkonium – masukan utama untuk tabung yang digunakan dalam rakitan bahan bakar nuklir yang digunakan pada pabrik di Utah, Pennsylvania, dan Carolina Selatan.

Tidak ada sumber zirkonium AS akibat perang dagang akan meningkatkan biaya produksi bahan bakar nuklir untuk pembangkit listrik tenaga nuklir komersial AS.

“Pada akhirnya itu akan meningkatkan biaya listrik untuk persentase yang signifikan dari konsumen listrik AS,” kata mereka.[fm/reuters]

PILIHAN REDAKSI