Paus Fransiskus Tanggapi Temuan Pelecehan Seksual Lewat Surat

VATIKAN (UMMAT Pos) — Paus Fransiskus mengutuk pelecehan seksual oleh para imam dan upaya gereja untuk menyembunyikannya. Paus mengatakan gereja harus mengakui dan mengutuk pelecehan itu dengan penyesalan dan rasa malu. Hal ini disampaikannya lewat surat yang dialamatkan kepada seluruh umat Katolik seluruh dunia dan ditulis dalam tujuh bahasa pada hari Senin (20/8).

Vatikan mengatakan inilah untuk pertama kalinya Paus membuat surat untuk seluruh umat Katolik dengan topik pelecehan seks.

Dalam surat yang dikeluarkan Senin (20/08), Paus menyebut skandal di Amerika Serikat dan mengakui bahwa Gereja Katolik gagal dalam menangani secara lebih cepat.

Ia menggambarkan “keperihan yang dirasakan para korban yang lama diabaikan, diam atau dibuat diam.”

BACA JUGA: Vatikan Mengaku “Malu Dan Sedih” Atas Laporan Pelecehan Seksual

“Dengan rasa malu dan penyesalan, kami mengakui kami tidak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Kami tidak bertindak pada saatnya dan mengakui besarnya skala kerusakan yang telah diakibatkan kepada banyak orang,” tulisanya.

“Kami tidak menunjukkan perhatian pada anak-anak. Kami mengabaikan mereka.”

Paus mengutip ayat dalam Kitab Injil bahwa, “Bila ada yang menderita, semua akan menderita” dan ia menyerukan Gereja untuk menghadapi kenyataan atas apa yang terjadi.”

“Penting bagi kita sebagai Gereja, untuk dapat mengakui dan mengecam, dengan kepedihan dan rasa malu, kekejaman yang dilakukan oleh pemuka agama, dan mereka semua yang dipercaya untuk menjalankan misi mengasihi mereka yang sangat rentan. Mari kita meminta maaf atas dosa kita dan dosa orang lain.”

Surat itu dirilis sebelum Paus bertolak ke Irlandia untuk berkhotbah dalam pertemuan keluarga gereja dunia.

Sebelumnya, kelompok riset internasional, bishopaccountability.org Senin melansir data yang berisi nama-nama lebih dari 70 imam Irlandia yang dihukum atau dituduh secara kredibel melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap anak-anak. Beberapa negara lain menghadapi skandal serupa, termasuk Argentina, Australia, dan Chile.

BACA JUGA: Lebih Dari 300 Pastor Di AS Lecehkan Lebih Dari 1000 Anak

Pekan lalu, laporan panel juri Amerika menyebutkan lebih dari 300 pastor telah berlaku tidak senonoh terhadap lebih dari 1.000 anak di enam keuskupan Pennsylvania dalam rentang waktu 70 tahun. Paus mengatakan dengan “malu dan pertobatan” Gereja Katolik mengakui tidak bertindak segera dan menyadari begitu besar kerusakan yang dilakukan pelaku terhadap begitu banyak orang.

Fransiskus juga mengatakan bahwa “tupaya meminta maaf dan memperbaiki kerusakan yang terjadi tidak akan pernah cukup.” [fm/voa/bbc]