Pendukung penista agama dekati HRS, Fahri Hamzah: “Gaes, kalian di mana waktu itu?

JAKARTA (UMMAT Pos) —  Melalui akun medsosnya, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah bertanya kepada pendukung penista agama yang merangkul Kiai Ma’ruf, di mana kalian saat demonstrasi penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Penistaan agama yang dilakukan Ahok terhadap ayat Quran Al Maidah: 51 memang telah memicu gelombang demonstrasi besar yang dikenal 411 dan 212.

Demonstrasi itu dimotori oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) dan sejumlah umat Islam yang berdatangan dari segala penjuru.

Fahri Hamzah dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon bergabung dengan Habib Rizieq Shihab dalam aksi bela Islam 411 untuk melakukan demonstrasi memimpin massa yang menuntut keadilan terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

BACA JUGA: Ahok Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Karena itu, untuk mengingat saat tersebut, Fahri Hamzah pun bertanya di akun pribadinya.

Selain itu, Fahri Hamzah mengunggah sebuah foto bersejarah untuk menuntut keadilan terhadap kelakukan Ahok.

“Gaes, kalian di mana waktu itu?” tulis Fahri

Hal tersebut dilakukan terkait banyaknya reaksi setelah Maruf Amin bergabung dengan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) untuk berlaga di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Foto: Fahrihamzah/twitter.com

Maruf Amin dikenal sebagai salah satu saksi yang kemudian menjebloskan Ahok ke balik jeruji besi.

Fahri Hamzah memberikan penilaian tentang sosok Maruf Amin dan HRS.

Satu sisi, HRS mengakui ada jasa Kyai Ma’ruf Amin dalam gelombang 411/212.

Tapi, di sisi yang lain, sampai hari ini pemerintah belum bisa mendudukkan diri dalam gelombang anti penistaan agama.

Melalui akun Twitternya dia menulis:

Ada Titik ekstrem yg saya belum bisa mengerti: mengapa para pejabat itu mau melakukan kriminalisasi terhadap HRS? Lalu sekarang semuanya sudah SP3? Lalu pada ekstrem yang lain mengapa mereka merekomendasikan Kyai Ma’ruf sebagai calon wakil presiden?

Lalu pada ekstrem yang lain mengapa mereka merekomendasikan Kyai Ma’ruf sebagai calon Wakil Presiden?

Kiai Ma’ruf Amin diketahui meneken pendapat dan sikap keagamaan MUI tentang kasus Ahok. Ahok dikategorikan sebagai penghina Alquran dan ulama. Fatwa itu keluar di tengah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Setelah melewati serangkaian proses, kasus Ahok masuk pengadilan. Ma’ruf menjadi salah satu saksi yang memberatkan Ahok.

Ma’ruf kala itu bersaksi di persidangan bahwa ucapan Ahok membuat marah warga Pulau Pramuka, lokasi di mana Ahok berbicara soal Al Maidah ayat 51. Temuan itu, kata Ma’ruf, merupakan hasil investigasi tim MUI. [fm]

 

 

PILIHAN REDAKSI