Trump enggan bahas Yerussalem di meja perundingan

YERUSALEM (UMMAT Pos) — Organisasi Pembebasan Palestina atau Palestine Liberation Organisation (PLO)  dan Gerakan perlawanan Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (Hamas)  mengecam pernyataan yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu(23/8) untuk menghapus masalah Yerussalem dari meja perundingan.

Anggota Komite Eksekutif PLO Ahmad al-Tamimi mengatakan komentar Trump merupakan kelanjutan dari kebijakan AS yang bias terhadap Israel. Al-Tamimi menekankan posisi pemimpin Palestina dengan tegas menolak kesepakatan ini dan tak akan setuju tanpa Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina dan menjadi permukiman di masa depan.

“Saya tidak tahu tentang apa yang diinginkan Trump, Yerusalem ada di hati Palestina, orang-orang kami, orang-orang Arab serta Islam, dan jika ia mampu menghapus Yerussalem dari meja perundingan, dia tidak akan bisa menghapusnya dari hati ini,” tegasnya.

Sementara itu, pemimpin Hamas, Sami Abu Zuhri menggambarkan pernyataan Trump sebagai skandal serius, Otoritas Palestina menyerukan untuk menarik pengakuannya terhadap Israel, membatalkan kemitraan keamanan dengannya, dan memutus hubungan keamanan serta kontak dengan Amerika Serikat.

Trump, yang tiba Rabu malam dari Virginia, membuat pernyataan tentang penghapusan Yerusalem dari meja perundingan antara Palestina dan Israel, Trump mengatakan bahwa masalah Yerussalem sudah selesai, ada di bawah satu pemerintahan saja.

Trump mengutip pernyataan Raja Abdullah II dari Yordania bahwa generasi muda di Palestina enggan untuk menyelesaikan permasalahan dengan solusi dua negara, tetapi  mereka menginginkan bahwa Yerussalem dalam satu negara dengan persamaan hak penuh.

Pada bulan Desember, presiden AS mengumumkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kemudian, Kedutaan Besar AS di Israel dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem, hal ini memicu kemarahan dunia Arab.

Sumber: Aljazeera.net

Penerjemah: Saifullah Abubakar

Editor: Faisal

 

PILIHAN REDAKSI