Suriah barat-laut kembali normal setelah operasi militer Turki

AZAZ, SURIAH (UMMAT Pos) — Militer Turki berhasil mengamankan wilayah bagian barat-laut Suriah dari organisasi teror, kini warga sipil dapat menata kembali kehidupan meeka dua tahun setelah dimulainya operasi ini.

Turki melakukan penanaman modal penting pada prasarana lokal di daerah tersebut, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, demikian laporan kantor berita Turki, Anadolu Agency, pada Kamis.

Operasi Tameng Eufrat, yang dimulai pada 24 Agustus 2016 dan berakhir pada Maret 2017, bertujuan menghapuskan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki dengan Wilayah Suriah Utara –Jarabulus, Ar-Rai, Al-Bab dan Azaz– dengan memanfaatkan Tentara Suriah Bebas, yang didukung oleh selubung udara dan artileri Turki.

Sedikitnya 1,5 warga sipil sudah tinggal di wilayah itu, sementara orang yang menyelamatkan diri dari serangan serta penindasan terus kembali ke rumah mereka, kata Anadolu.

Jumlah penduduk telah naik lima kali lipat sejak Januari 2018.

Tak kurang dari 5.000 personel polisi, katanya, dilatih oleh Turki untuk mengamankan daerah itu.

Tak kurang dari 6.000 guru di 500 sekolah yang telah diperbaiki juga memberi pelajaran buat 200.000 siswa, katanya.

Rumah sakit baru dilaporkan juga sedang dibangun. Turki pertama kali membangun stu rumah sakit yang bisa merawat sebanyak 400 pasien setiap hari di Kabupaten Jarabulus.

Selain itu, lebih dari 100 masjid diperbaiki, dan 500 pejabat agama kembali ke pekerjaan mereka.

Sumber: Anadolu Agency

PILIHAN REDAKSI