Presiden sarankan Meiliana ajukan kasasi ke Mahkamah Agung

JAKARTA (UMMAT Pos) — Presiden Joko Widodo menyarankan agar pihak Meiliana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung terkait vonis 18 bulan penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Medan karena mengeluhkan suara azan.

Jokowi mengucapkan hal tersebut seusai bertemu dengan dengan pengurus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Kantor KWI, Menteng, Jakarta, Jumat (24/8).

“Ya itu kan ada proses banding,” kata Jokowi kepada wartawan.

BACA JUGA: MUI Minta Semua Pihak Hormati Putusan Pengadilan Terkait Vonis Meiliana

Vonis untuk Meiliana diketok 21 Agustus. Ketua Majelis Hakim PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, menyatakan Meiliana terbukti menista agama Islam.

Kasus seperti yang dialami oleh Meiliana pernah terjadi juga terhadap ibu Rusgiani (44) yang dipenjara 14 bulan karena menghina agama Hindu. Ibu rumah tangga itu menyebut canang atau tempat menaruh sesaji dalam upacara keagamaan umat Hindu dengan kata-kata najis. Dan juga kasus Saudara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jakarta.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi meminta kepada semua pihak untuk menghormati putusan Pengadilan Negeri Medan. Pihaknya juga menyesalkan banyak pihak yang berkomentar tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Sehingga pernyataannya menjadi bias dan menimbulkan kegaduhan dan pertentangan di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA: Aturan Mengenai Pengeras Suara Masjid Sudah Dikeluarkan Kemenag Sejak 1978

Seakan-akan masalahnya hanya sebatas pada keluhan ibu Meiliana terkait dengan volume suara azan yang dianggap terlalu keras.

“Jika masalahnya hanya sebatas keluhan volume suara azan terlalu keras, saya yakin tidak sampai masuk wilayah penodaan agama, tetapi sangat berbeda jika keluhannya itu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang sarkastik dan bernada ejekan, maka keluhannya itu bisa dijerat pasal tindak pidana penodaan agama,” pungkas Ustaz Zainut Tauhid Sa’adi.[fm/bbc/up]

 

PILIHAN REDAKSI