Donald Trump: ‘Makzulkan saya, maka pasar akan anjlok’

WASHINGTON, DC (UMMAT Pos) — Presiden Donald Trump angkat bicara soal spekulasi pemakzulan dirinya dengan mengatakan bahwa langkah itu hanya akan berdampak buruk terhadap perekonomian negara.

“Jika saya dimakzulkan, pasar akan anjlok,” kata Presiden Trump dalam wawancara dengan Fox & Friends.

Ia menyampaikan hal ini setelah Michael Cohen yang sebelumnya menjadi pengacara pribadinya selama lebih 10 tahun, mengaku bersalah telah melanggar undang-undang pemilu dan dia melakukannya atas perintah Trump.

Pelanggaran ini terkait pembayaran “uang tutup mulut” saat dilangsungkan kampanye pilpres 2016 lalu. Cohen kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengan Trump.

Cohen mengakui telah memberikan dana kepada kedua perempuan yang diduga adalah bintang porno Stormy Daniels dan mantan model Playboy Karen McDougal.

Pembayaran uang tutup mulut tersebut tidak dilaporkan ke Komisi Pemilu Federal saat kampanye.

Pada bulan April lalu Trump menyangkal mengetahui pembayaran US$130.000 atau Rp1,9 miliar kepada Stormy Daniels lewat Cohen.

Stormy yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford, menyatakan dirinya dan Trump berhubungan seksual di sebuah kamar hotel pada tahun 2006.

Ketika ditanyakan wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One apakah dirinya mengetahui dari mana Cohen mendapatkan uang untuk membayar Stormy, presiden AS tersebut menjawab, “Saya tidak tahu.”

Sebulan kemudian, Trump secara resmi mengungkapkan pembayaran ke Cohen sekitar US$100.000 dan US$250.000 atau Rp1,4 miliar dan Rp3,6 miliar bagi biaya ynag dikeluarkan pada tahun 2016.

Eks model Playboy itu dikabarkan telah minta maaf pada Melania atas ‘perselingkuhannya dengan Donald Trump’

Dalam sebuah wawancara, Trump menegaskan bahwa pembayaran kepada dua wanita yang mengatakan pernah selingkuh dengannya bukanlah pelanggaran peraturan pemilihan umum.

Lewat cuplikan dari wawancara Fox & Friends yang disiarkan secara penuh pada hari Kamis (23/08), Trump menjawab pertanyaan tentang pembayaran uang tutup mulut dengan menegaskan hal tersebut “bukanlah pelanggaran kampanye”.

“Hal itu dari saya,” katanya. “Dan saya telah men-tweet tentang itu. Tetapi hal itu tidak berasal dari kampanye.”

Pada bulan Juli, Cohen mengungkapkan rekaman suara dirinya dan Trump yang diduga membicarakan salah satu pembayaran sebelum pemilu.

Berdasarkan peraturan pemilu AS, pembayaran apa pun yang bertujuan untuk mempengaruhi perolehan suara harus dilaporkan.

Jika Trump diadili berdasarkan dana tersebut -bukan lewat pengadilan biasa, karena dirinya adalah presiden yang sedang berkuasa, tetapi kemungkinan di Kongres lewat proses pemakzulan- para penyelidik harus membuktikan bahwa dia memang memberikan uang ke Cohen untuk kepentingan pemilu.

Sejumlah pihak mengatakan kecil kemungkinan lawan-lawan politik Trump memakzulkannya sebelum pemilu sela bulan pada November mendatang.

Tindakan apa pun terkait dengan Trump sangat kecil dilakukan setelah pemilu sela tanggal 6 November, ketika kelompok oposisi Demokrat akan berusaha menggoyahkan kendali Partai Republik-nya Trump di Kongres.

Sementara itu, Cohen kemungkinan akan sepakat untuk memberikan kesaksian terkait dugaan kolusi kampanye Trump dengan Rusia.

Sumber: BBC News

Faisal

 

PILIHAN REDAKSI