Ketika Jemaah Haji Indonesia Berburu Oleh-oleh di ‘Tanah Abang’nya Makkah

MAKKAH, ARAB SAUDI (UMMAT Pos) — Usai pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, sebelum kembali ke Tanah Air sebagian jamaah haji Indonesia berburu aneka oleh-oleh di Pasar Jafariyah, Makkah, pada Ahad, (26/8/2018).

Jamaah haji asal Indonesia tampak di antara jamaah dari berbagai negara yang berbelanja di Jafariyah yang berjarak kurang dari satu kilometer dari Masjidil Haram.

Pasar yang tidak begitu jauh dari Masjidil Haram itu, sekitar 1 km bisa diakses dengan berjalan kaki, memang pasar favorit bagi jemaah haji Indonesia.

Dari Haram, menuju Pasar Jafariyah, jemaah harus melewati Terminal Syieb Amir. Kemudian ke arah makam Ma’la, tempat ibunda Khadijah dimakamkan. Setelah itu, jemaah akan melewati Masjid Jin. Dari sini barulah jemaah akan bertemu Pasar Jakfariyah.

Di sana para pedagang menjajakan barang-barang seperti sorban, jilbab, pashmina, gelang koka, baju koko, dan peci. Oleh-oleh makanan seperti kurma, aprikot kering, buah tin kering, dan kismis juga ada.

Barang-barang itu sebagian produksi lokal. Namun banyak juga yang berasal dari China, India, Turki, Yaman, Mesir, bahkan Indonesia.

“Pasarnya mirip Tanah Abang. Buat beli oleh-oleh haji oke banget, tinggal pilih,” kata Pipih Hopipah (43), jemaah asal Jakarta kloter JKG 23 di Misfalah, Mekah seperti dikutip laman Kemenag.

Yati, yang berasal dari Surabaya, membeli hijab lebar untuk dikenakan saat pulang ke Indonesia.

Sementara Andi, perempuan asal Makassar, membeli hijab dalam jumlah banyak untuk oleh-oleh dan mendapat harga grosir karena membeli satu jenis barang dalam partai besar.

Hal itu juga berlaku untuk pembelian barang jenis lain.

Harga kain sorban kualitas baik oleh penjual ditawarkan seharga 20 riyal (sekitar Rp80 ribu) per potong. Dan setelah tawar menawar akhirnya mendapat harga 150 riyal (setara dengan Rp600 ribu) untuk 10 sorban.

Pasar Jafariyah beroperasi seperti umumnya tempat jual beli di Arab Saudi. Saat masuk waktu shalat lima waktu, toko-toko di kompleks pasar tersebut akan tutup sementara sekitar 20-30 menit karena kalau sampai ada yang tetap buka petugas keamanan setempat akan menegur atau menindak mereka.

Pada hari Ahad sore pun, sesaat sebelum adzan shalat Ashar toko-toko di Jafariyah mulai tutup. Lampu-lampu kios dimatikan. Dan perlahan-lahan para pelanggan keluar dari kompleks pasar.

Setelah beberapa menit usai waktu shalat, toko-toko kembali siap melayani pembeli. Pintu kios satu per satu dibuka, lampu penerang berangsur dinyalakan, para pelanggan pun kembali ke pasar itu.

Sumber: Antara | Kemenag

Faisal

PILIHAN REDAKSI