Peluncur roket buatan Turki, Roketsan pecahkan rekor dunia

ANKARA (UMMAT Pos) — Sebuah kontraktor alat utama sistem pertahanan (alutsista) Turki terkemuka pada hari Ahad, (27/8/2018) mengumumkan bahwa mereka telah memproduksi artileri roket terbesar yang dicatat dalam Rekor dunia.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Daily Sabah mengabarkan bahwa Jobaria, merupakan peluncur multiroket, Multiple Cradle Launcher (MCL) yang dikembangkan oleh Roketsan untuk Uni Emirat Arab (UEA), telah memperoleh Guinness World of Record untuk katagori artileri roket terbesar di dunia dalam hal jumlah barel, perusahaan mengatakan.

Guna mengangkut MCL, digunakanlah ranpur khusus Oshkosh Defense 6×6 Heavy Equipment Transporter (HET) beroda 10 yang masing-masing mampu memuat 20 roket kaliber 122 mm.

Sistem roket artileri ini dapat menembakkan 240 roket ke sasaran dengan jangkauan maksimum sekitar 37 kilometer (23 mil). Roket dapat menghancurkan area seluas empat kilometer persegi.

Roketsan telah aktif di UAE sejak 2003, mengekspor berbagai produk dan ikut serta dalam proyek-proyek pertahanan. Peluncur Jobaria pertama kali ditampilkan pada tahun 2013 di International Defence Fair di ibukota UAE, Abu Dhabi.

Roketsan yang dimiliki oleh Yayasan Angkatan Bersenjata Turki (TAFF – TSKGV), menduduki peringkat ke-96 di daftar “Defense News Top 100” sebuah daftar bergengsi di dunia militer yang diterbitkan setiap tahun oleh perusahaan penerbitan militer AS, Defense News magazine. Roketsan memiliki omzet 376 juta USD pada tahun 2017.

Sistem roket artileri ini dapat menembakkan 240 roket ke sasaran dengan jangkauan maksimum sekitar 37 kilometer (23 mil). Roket dapat menghancurkan area seluas empat kilometer persegi.

Didirikan pada tahun 1988, Roketsan memulai produksi pada tahun 1992 di bawah lingkup “Proyek Produksi Bersama Eropa Stinger.” Sejak itu, perusahaan telah meluncurkan berbagai proyek unik dan tingkat proyek dan produk yang dikembangkan di dalam negeri telah mencapai 87 persen.

Tahun lalu Aselsan, perusahaan pertahanan terkemuka Turki, memiliki pendapatan sebesar $ 1,4 miliar, naik dari $ 1,2 miliar pada tahun 2016. Perusahaan tersebut juga aktif dalam memproduksi alat telekomunikasi militer dan sipil, radar, peperangan elektronik, pertahanan, senjata, dan komando dan kontrol dan sistem navigasi.

Sumber: Daily Sabah | Anadolu Agency

Penerjemah: Faisal

 

PILIHAN REDAKSI