Pakistan kecam rencana kontes kartun Nabi di Belanda

ISLAMABAD (UMMAT Pos) — Senat Pakistan dengan suara bulat mengeluarkan resolusi mengutuk kontes kartun anti-Islam yang direncanakan oleh politisi sayap kanan Belanda – langkah ini menjadi salah satu tindakan pertama yang diambil oleh majelis setelah pemilihan umum bulan lalu.

Para senator di majelis tinggi parlemen pada Senin, secara resmi memprotes pengumuman oleh anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, untuk mengadakan kompetisi karikatur Nabi Muhammad di akhir tahun ini.

Dalam pidato pertamanya ke senat di ibukota negara, Islamabad, Perdana Menteri Imran Khan yang baru terpilih bersumpah akan membawa masalah ini ke Majelis Umum PBB pada bulan September.

“Sangat sedikit orang di Barat yang memahami rasa sakit yang dirasakan oleh Muslim oleh kegiatan-kegiatan penghujatan seperti itu,” kata Khan.

Dirinya menambahkan bahwa Pemerintah Pakistan juga akan mengangkat masalah ini dalam Organisasi Kerjasama Islam dan mendesak negara-negara OKI untuk membuat kebijakan kolektif yang dapat diangkat di forum internasional.

“Ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama,” katanya menambahkan.

“Saya mengerti pola pikir Barat karena saya telah menghabiskan banyak waktu di sana. Mereka tidak mengerti cinta yang Muslim rasakan untuk Nabi.”

Pekan lalu, kantor luar negeri Pakistan memanggil duta besar Belanda untuk mengajukan protes terhadap kompetisi berbau SARA ini, seraya menyatakan “keprihatinan mendalam atas upaya yang disengaja dan jahat untuk mencemarkan Islam”.

‘Kami akan turun ke jalanan’
Partai sayap kanan, Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), partai politik Barelvi, mengancam akan memimpin demonstrasi protes dari kota Lahore ke ibu kota Islamabad, Rabu, kecuali pemerintah “memutuskan hubungan diplomatik” dengan Belanda.

“Kami akan keluar di jalanan,” kata Ejaz Ashrafi, sekretaris informasi TLP, kepada Al Jazeera. “Jika ada serangan terhadap kehormatan Nabi, bagaimana bisa seorang Muslim duduk di rumah? Ini bertentangan dengan iman kita!”

Ashrafi mengatakan partainya akan menggerakkan ribuan orang dan akan mengadakan aksi protes jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Kami menginginkan tindakan, bukan kata-kata, sekarang,” kata Ashrafi. “Masalah ini harus diselesaikan dengan cara darurat, kalau tidak kita akan keluar di jalanan.”

Dikeahui, Penggambaran fisik Tuhan atau Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jelas terlarang dalam ajaran Islam.

Undang-undang penodaan agama Pakistan menetapkan hukuman mati wajib bagi siapa saja yang dinyatakan bersalah menghina Nabi Muhammad, dan penjara seumur hidup bagi mereka yang ditemukan mencemari Quran.

Wilders, yang dikenal luas karena kritiknya yang tak bermoral terhadap Islam dan Muslim, mengumumkan pada Juni rencananya untuk menyelenggarakan kompetisi kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad pada bulan November mendatang.

Wilders, yang memimpin partai terbesar kedua di parlemen Belanda, mengklaim telah menerima lebih dari 200 entri sejauh ini. Tanggal terakhir untuk masuk adalah 31 Agustus.

Pemenang kompetisi akan diumumkan di kantor Freedom Party-nya di Den Haag, media setempat melaporkan, dengan hadiah uang tunai $ 10.000 akan masuk tempat pertama.

Sumber: Aljazeera.com

Penerjemah: Faisal