Krisis Air Bersih, Warga Senaru di Lombok Utara Butuh Pipa Saluran Air

MATARAM (UMMAT Pos) — Warga Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebarkan informasi tentang kondisi krisis air bersih yang dialami melalui media sosial (medsos).

Sekretaris Desa Senaru Muhammad Edy, melalui pesan tertulisnya di Mataram, Selasa, mengatakan warga di desanya membutuhkan bantuan pipa ukuran 6 inch karena sampai saat ini perpipaan air masih terputus.

“Air sudah mulai berkurang untuk dikonsumsi warga, pemerintah seolah tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Sampai saat ini, menurutnya instansi pemerintah terkait belum menunjukkan komitmen kuat untuk turun ke lapangan melihat kondisi warga Desa Senaru.

Padahal, Sekretaris Daerah NTB, H Rosyadi Sayuti sudah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 360 – 05 tahun 2018 tentang Pembentukan Posko dan Pembagian Tugas Organisasi Perangkat Daerah, Instansi Vertikal dan BUMN dalam Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok, NTB.

“Surat keputusan tersebut dikeluarkan sejak 7 Agustus 2018, tapi sepertinya tidak ada yang mau tau,” ucapnya.

Edy juga mengirimkan foto-foto yang memperlihatkan semangat gotong-royong warga Desa Senaru untuk memasang pipa air bersih di atas perbukitan.

Ada juga foto SK Sekda NTB terkait instansi vertikal dan BUMN yang ditugaskan membina desa-desa terdampak gempa bumi. Termasuk lampiran nama organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov NTB yang seharusnya memberikan pembinaan bagi warga terdampak di Desa Senaru.

Selain itu, pria yang aktif turun memantau kondisi warganya sejak gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter pada 29 Juli 2018 tersebut juga menyebarkan video terkait keluhan warganya tentang krisis air bersih.

Di dalam video berdurasi tiga menit tersebut, warga mengaku harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi keluhan warga Desa Senaru, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, sudah meneruskan pesan keluhan warga Desa Senaru yang dikirim melalui WhatsApp kepada Wakil Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana Gempa Lombok H. Mohammad Rum, sekaligus Kepala BPBD NTB.

Sutopo juga mengarahkan agar warga Desa Senaru melaporkan kondisinya dengan cara menghubungi nomor kontak Posko Gempa Lombok di nomor 0853 3863 9789 atau 0859 6147 2837 dan Pos Penanganan Nasional (Pospenas) di nomor 0853 3365 6353. (*)

Sumber: Antara

PILIHAN REDAKSI