Dapat Tambahan Energi, Begini Doa Nenek 10 Cicit ini Saat Haji di Tanah Suci

MAKKAH (UMMAT Pos) — Niat suci kerap meendatangkan keajaibannya tersendiri. Ada jemaah yang sakit-sakitan sejak di Tanah Air, begitu sampai malah sehat wal afiat. Anugerah inilah yang dirasakan Siti Aisyah Rohana (75), warga Sumedang, Jawa Barat, yang tergabung dalam Kloter JKS-005.

Siti Aisyah, ibu 5 dari anak dan nenek dari 20 cucu serta 10 cicit ini mengaku sejak di Tanah Air menderita sakit di persendian lutut. “Alhamdulillah di sini saya malah merasa sehat, tidak ada keluhan di lutut,” katanya riang saat ditemui di Hotel Luluat Al Hasyimiyah, Aziziyah Syimaliah, Makkah, Selasa (28/08) siang.

BACA JUGA: Ingin Jaga Hafalan Al Quran Bersanad, Pemuda 19 Tahun Ini Nikahi Hafizah 43 Tahun

Ketika puncak haji di Arafah, yang kemudian dilanjut mabit di Muzdalifah dan Mina, Siti Aisyah seolah mendapat tambahan energi. “Alhamdulillah saya kuat jalan kaki 8 km,” ujarnya. Jarak inilah yang mesti ia tempuh pergi-pulang dari maktab untuk melempar jumrah di Jamarat.

Sementara kondisi Makkah pada tanggal 12-13 Dzulhijjah yang berada di puncak kepadatan, memaksa sebagian jemaah pulang dari Jamarat menuju hotel dengan jalan kaki. “Sewaktu pulang dari Jamarat, saya jalan kaki 3 km alhamdulillah kuat,” sambungnya.

Siti Aisyah yang berhaji tanpa didampingi keluarga ini mengaku mendapat teman-teman sekamar yang sangat pengertian dan suka menolong dirinya. “Kami seperti keluarga baru,” ungkapnya.

Saat di Masjidil Haram, doa yang kerap ia panjatkan adalah meminta kesehatan dan memohon maaf untuk semua kesalahan diri dan keluarga. Doa tersebut ia sampaikan dengan bahasa Sunda. “Alhamdulillah saya juga sempat salat di belakang maqam Ibrahim,” katanya.

Terkait oleh-oleh haji, Siti Aisyah mengaku anak dan cucu melarang. “Mereka kasihan nanti saya repot, tapi saya tetap beli sajadah, tasbih dan mainan untuk cucu dan cicit,” pungkasnya.

Semoga mabrur ya, Nek! Aamiin..

Sumber: Kemenag

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI