Jadi Viral, Aparat Polisi Rampas Spanduk #2019GantiPresiden dan Menantang Rekam Wajahnya

JAKARTA (UMMAT Pos) — Tak hanya dilakukan oleh Barisan Anshor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser), aksi persekusi yang terjadi saat Deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Perjuangan, Surabaya pada Ahad (27/8/2018)  ternyata juga dilakukan oleh pihak Kepolisian. Hal ini terungkap dalam video yang diunggah oleh aktivis muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya.

Pegiat medsos yang akrab disapa bang Tofa ini Lewat akun @AkunTofa pada Rabu (29/8/2018) melampirkan video yang menampilkan barisan ibu-ibu yang tengah berjalan kaki memegang spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden terlihat didatangi seorang anggota Kepolisian.

Tanpa basa basi, Polisi itu terlihat segera merampas spanduk #2019GantiPresiden.

Tak sampai di situ, polisi tersebut pun menantang relawan lainnya untuk merekam wajahnya.

“Rekam muka saya,” ungkap polisi itu lantang.

Tindakan aparat tersebut bertentangan dengan pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal yang mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah melarang masyarakat untuk menggunakan atribut bertuliskan #2019GantiPresiden.

“Kalau cuma ada cap, kami tidak melarang. Enggak ada, apalagi instruksi,” kata Iqbal  di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (24/4) seperti dikutip CNN.

Dia menerangkan, Polri tidak melarang berbagai bentuk atribut bertulisan #2019GantiPresiden selama tidak melanggar aturan, seperti dalam lalu lintas.

“Tidak ada. Kecuali ada pelanggaran di situ atau pelanggaran lantas (lalu lintas),” katanya.

Ungkapan ini senada dengan ucapan Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto.

Enggak ada sweeping-sweeping,” kata Setyo di salah satu hotel di bilangan Jakarta Selatan pada Selasa (24/4).

Pernyataan ini disampaikan dalam menyikapi kabar tenda becak seorang warga Binjai dengan spanduk Ganti Presiden 2019 disita oknum polisi setempat pekan lalu.[fm/cnn]

PILIHAN REDAKSI