Tembus Angka Rp. 14.710 per Dolar, nilai rupiah menjadi yang terburuk sejak krismon 1998

JAKARTA (UMMAT POs) — Nilai mata uang rupiah makin turun. Dikutip dari Bloomberg, pagi ini mata uang garuda dibuka melemah ke posisi Rp 14.750 per dolar AS. Dengan demikian, depresiasi Rupiah sejak awal tahun meningkat menjadi 8,52 persen.

Nilai tukar rupiah jatuh ke 14.750 per dolar, level terlemah sejak krisis keuangan Asia 1998, sementara obligasi acuan menghasilkan kenaikan 10 basis poin ke level tertinggi sejak 2016. Indeks Komposit Jakarta tergelincir sebanyak 1,3 persen.

“Kinerja Rupiah yang kurang dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya berasal dari posisi pembayaran eksternal Indonesia yang lemah, terutama defisit neraca berjalan,” kata Prakash Sakpal, ekonom yang berbasis di Singapura di ING Groep NV.

Penyebab nilau tukar melemah

Menanggapi fenomena penurunan nilai mata uang rupiah, ahli ekonomi Universitas Padjadjaran Acuviarta Kartabi seperti dikutip Tribunjabar menjelaskan penyebab nilai tukar melemah.

Pertama, karena permintaan Dollar cukup besar untuk impor BBM (Bahan Bakar Minyak), sedangkan harga minyak dunia sekarang sedang naik. Sudah 70 Dollar per barel, otomatis akan permintaan Dollar cukup besar.

Kedua, karena Indonesia harus membayar hutang cukup besar, sekitar 400 Triliun, otomatis itu juga meminta Dollar dari pasaran.

Ketiga kebutuhan sektor usaha dalam negeri akan bahan baku dan barang modal impor, yang juga membutuhkan Dollar.

Dari sisi lainnya, karena Bank Sentral Amerika menaikan suku bunga The Fed, maka kemudian dana-dana yang sebelumnya parkir di Indonesia, baik di surat berharga maupun di pasar modal, akhirnya mereka menjualnya dan kembali lagi ke negaranya, karena keadaan ekonomi Amerika sudah mulai membaik.

Sumber: Bloomberg | Tribun

PILIHAN REDAKSI