PBB Desak Cina Bebaskan Sejuta Tahanan Muslim Uighur di Xinjiang Barat

NEW YORK, AS (UMMAT Pos) — Kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch memberikan laporan kepada komite PBB yang mencatat tuduhan penahanan massal pada kamp di mana para tahanan dipaksa melakukan sumpah setia kepada Presiden Cina, Xi Jinping.

World Uyghur Congress menyatakan dalam laporannya bahwa para tahanan dibui tanpa dakwaan dan dipaksa meneriakkan slogan Partai Komunis.

Mereka juga dilaporkan tidak diberikan makanan yang cukup dan muncul laporan penyiksaan yang meluas.

Kebanyakan tahanan tidak pernah didakwa melakukan kejahatan dan tidak pernah menerima bantuan hukum.

Beijing menyangkal sejumlah tuduhan tersebut tetapi mengakui beberapa “ekstremis” ditahan untuk “dididik” kembali. Cina menuduh milisi dan separatis Islamis bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan di daerah tersebut.

Namun demikian pada Kamis (30/08) Badan PBB dalam kesimpulan pengamatannya mengkritik definisi terorisme dan acuan kabur terkait ekstremisme serta definisi tidak jelas terkait separatisme dalam undang-undang Cina”.

Badan PBB dalam kesimpulan pengamatannya mengkritik definisi terorisme dan acuan kabur terkait ekstremisme serta definisi tidak jelas terkait separatisme dalam undang-undang Cina”.

Komisi tersebut mendesak Beijing untuk:

  1. Mengakhiri penahanan tanpa dakwaan hukum, pengadilan dan vonis;
  2. Pembebasan segera orang-orang yang saat ini ditahan di bawah keadaan ini;
  3. Memberikan data jumlah orang yang ditahan dan alasan penahanan mereka;
  4. Melakukan “penyelidikan independen terhadap semua tuduhan tidak layak terkait ras, suku dan keagamaan”.

Pernyataan terbaru PBB dikeluarkan di tengah terjadinya peningkatan ketegangan menyangkut agama di kawasan lain di Cina.

Di wilayah Ningxia barat laut, ratusan Muslim yang berusaha mencegah pengrusakan masjid bentrok dengan pemerintah.

Uighur adalah minoritas Muslim yang sebagian besar berada di daerah Xinjiang, Cina barat. Sekitar 45% penduduk di tempat itu adalah Uighur.

Xinjiang resminya diperlukan sebagai daerah otonomi di dalam Cina, sama seperti Tibet di selatan.

Sejumlah laporan yang menyebutkan semakin banyak orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya yang ditahan di Xinjiang muncul dalam beberapa bulan terakhir.

Cina menyatakan pihaknya melakukan penahanan untuk mengatasi kelompok ekstremis.

Sumber: BBC

Faisal

PILIHAN REDAKSI