Berganti haluan, inilah fakta dan aksi Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA (UMMAT Pos) — Sosok Ali Mochtar Ngabalin menjadi salah satu pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang paling nyaring bersuara menjelang pemilihan presiden 2019. Politikus Partai Golkar ini sering melancarkan serangan kepala lawan-lawan politik Jokowi.

Ngabalin merapat ke Jokowi setelah diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden. Padahal pada pilpres 2014 lalu, Ngabalin menjadi bagian dari tim sukses Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Prabowo bakal kembali menjadi lawan Jokowi di pilpres 2019 nanti.

Selain berganti haluan dukungan politik, politikus kelahiran Fakfak, Papua Barat, pada 25 Desember 1968 ini mengawali karier politik sebagai kader PBB. Dia bahkan sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009.

Pada 2010, Ngabalin keluar dari PBB dan menjadi kader Partai Golkar. Dia sebelumnya mengikuti Muktamar PBB untuk menjadi ketua umum, namun akhirnya kalah dari MS Kaban. Di partai beringin, Ngabalin mengawali karier sebagai wakil sekretaris jenderal.

Ngabalin juga pernah menjadi juru kampanye Jusuf Kalla-Wiranto di pilpres 2009. Pilihan ini berbeda dengan arah politik PBB ketika itu yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Ngabalin mendukung JK dan Wiranto yang akhirnya kalah di pilpres 2009.

Satu ingatan yang menarik tentang sosok pendukung pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres 2014 lalu ialah orasi politisi Partai Golkar itu, yang disorot setelah ‘mendesak’ Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berpihak kepada Prabowo-Hatta.

Ia juga menyinggung gugatan hasil Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi bahwa bukti yang dimiliki pihaknya sempurna.

Namun, publik terganggu dengan pernyataan Ngabalin soal desakan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Awalnya, ia meminta para pendukung untuk terus mendoakan perjuangan tim hukum Prabowo-Hatta.

“Kita mendesak Allah Subhanahu wa Ta’ala berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada Prabowo-Hatta. Setuju?” ucap Ngabalin.

Dan tahun pun berganti, Ngabalin kini berbalik arah mendukung Jokowi.

Foto: fajar.co.id

Bukan Ketua DPP Bakomubin

Nama Ali Mochtar Ngabalin ternyata gugur sebagai ketua Dewan Pimpinan Pusat  Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) periode 2017-2022.

Dalam proses Musyawarah Majelis Syuro muncul dua  nama KH Tatang Natsir dan Dr Ali Mocthar Ngabalin sebagai calon ketua Umum DPP Bakomubin.

Majelis Syuro membuat syarat yang disampaikan secara resmi dan tertulis bahwa ketua  umum dan sekjend DPP Bakomubin tidak boleh terlibat langsung sebagai pengurus  partai politik.

“Hal itu   agar dia  fokus dan independen dalam menjalankan fungsinya memberikan taushiyah kebangsaan kepada umat dan umaro, ujar KH Anwar Sanusi salah seorang pendiri organisasi Bakomubin  dan juga pimpinan Pondok Pesantren Lembah Arafah Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Syarat tersebut mengakibatkan Dr Ali Mocthar gugur sebagai kandidat ketua umum karena dia  masih ingin berkarier di partai politik.

Dalam konferensi pers di Resto Pulau Dua, Jakarta, Sabtu (25/02/2017) disebutkan sejumlah nama anggota Majelis Syuro Bakomubin terdiri dari KH. Anwar Sanusi, Tatang M. Natsir, TGB. Dr. Zainul Majdi, Bambang Pranggono, Buchori Muslim, Khaerani Idris, HM. Jazir ASP, dan Dr. Adiwijaya.[fm]

PILIHAN REDAKSI