Pelaku Penyerangan Masjid di Jerman Dijatuhi Hukuman Kurungan 9 Tahun lebih

DRESDEN (UMMAT Pos) — Nino Koehler (KÖÖLER), pria yang menyerang Masjid Fatih di Kota Dresden, Negara Bagian Sachsen, Jerman, menggunakan bom pipa, dijatuhi hukuman 9 tahun dan 8 bulan penjara.

Serangan yang terjadi pada terjadi pada 26 September 2016, menargetkan Masjid Fatih dan Pusat Kongres Internasional milik Lembaga Keagamaan (Diyanet) Persatuan Muslim Turki.

Pengadilan Negeri di Dresden menyatakan bahwa Nino Koehler bersalah, karena telah melakukan serangan itu dua tahun lalu. Dia dijatuhi hukuman 9 tahun dan 8 bulan penjara karena telah melakukan percobaan pembunuhan dan penyerangan dengan menggunakan bahan peledak.

Tersangka yang berusia 31 tahun itu diduga memiliki hubungan dengan gerakan PEGIDA anti Islam dan imigran.

Koehler tak hanya menyerang masjid. Di malam yang sama, dia menaruh bom pipa di sebuah tempat pertemuan di Dresden. Tempat tersebut sedianya akan digunakan sebagai lokasi perayaan 26 tahun bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur.

Meskipun daya ledak yang dihasilkan bom tergolong kecil, namun serangan di kota tempat lahirnya gerakan anti-Islam Pegida itu menghebohkan Jerman.

Sumber: TRT | iNews

Faisal