Paparkan Kondisi di Negaranya, Dubes Venezuela: Media internasional juga framing, melebih-lebihkan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys Urbaneja Duran bersama Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela untuk Wilayah Asia, Timur Tengah, dan Oceania Ruben Dario Molina menggelar pertemuan di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada Ahad (02/9/2018). Pertemuan ini untuk membahas berbagai kisruh ekonomi dan politik yang menimpa negara tersebut.

Molina berujar, pemberitaan-pemberitaan di media internasional yang selama ini beredar tidak semua benar adanya. Ia menilai, ada beberapa negara liberal yang sengaja menyerang Venezuela.

“Media internasional juga framing, melebih-lebihkan. Mereka bilang kalau di Venezuela ada diktator, mereka bilang kalau di Venezuela ada penyelundupan narkoba. Menuduh kota telah melakukan pembunuhan. Itu merupakan cara mereka untuk memanipulasi,” ujarnya.

Menurut Ruben, negara-negera penganut liberal ada yang dengan sengaja menginginkan kejatuhan akan negara Venezuela.

“Kita diserang karena kita sedang menjalankan rencana kebebasan ekonomi karena setiap negara harus punya akses terhadap kekayaan negaranya sendiri,” ungkapnya.

di mereka menyerang karena mereka ingin mempertahankan posisinya untuk menunjukan kekuatannya dengan mendominasi kekayaan alam di banyak negara,” tutup dia.

Sebelumnya, masyarakat Venezuela berbondong-bondong keluar dari negaranya imbas krisis ekonomi yang terjadi.

Negara-negara lain di kawasan yang menjadi tujuan masyarakat Venezuela antara lain Brazil, Kolombia, Ekuador dan Peru.

Negara-negara tersebut pun berjuang hadapi arus pendatang dari Venezuela. Ratusan ribu masyarakat telah melakukan perjalanan ke Kolombia dan Ekuador, serta banyak yang menuju lebih jauh ke selatan Peru dan Chile.

Pada Sabtu pekan lalu, Ekuador pun memperkenalkan pembatasan masuk baru yang sebabkan ratusan migrant terdampar di sisi perbatasan Kolombia. Demikian kutip laman BBC, seperti ditulis Kamis (23/8/2018).

Di tengah kebingungan, beberapa orang Venezuela yang putus asa bahkan menentang aturan baru dan masuk melalui penyeberangan yang tidak dijaga. Namun, masyarakat Venezuela itu hadapi denda karena akses negara secara illegal.

Selama tiga tahun terakhir, sekitar 3.000 orang Venezuela memasuki Kolombia setiap hari. Negara itu memberikan tempat tinggal sementara kepada lebih dari 800 ribu orang. Pemerintahan Peru menuturkan, kalau pekan lalu sekitar 20 ribu orang Venezuela memasuki negara tersebut.

Sumber: Liputan6

PILIHAN REDAKSI