Ust. Bachtiar Nasir: Kasus Pemurtadan Terhadap Korban Gempa Kerap Terjadi

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pimpinan Arrohman Quranic Learning Center, KH Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa kasus pemurtadan terhadap korban bencana sudah sering terjadi. Ia melihat bahwa pemurtadan terhadap korban gempa di Lombok juga pernah terjadi pada gempa di Padang, Yogjakarta, dan Aceh.

“Soal lombok, ya saya kira pemurtadan sudah kita pelajari sejak gempa sebelumnya, mereka biasanya menggunakan cara-cara soft, kalau anda mengatakan tidak ada kristenisasi, mereka juga gak bego’, gak mungkin masuk kristen, ya gak mungkin, biasanya melalui simbol-simbol secara halus,” ungkapnya ditemui di gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (02/09/2018).

Pemurtadan itu, lanjut UBN, dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang halus. Bahkan, pria yang akrab disapa UBN ini menyebut, pemurtadan dilakukan dengan cara cuci otak, dan pemberian bantuan hanya sebagai pelengkap saja.

“Mereka brainwash, di mana materi, seperti bantuan-bantuan itu sebagai pelengkapnya, itu ada di Lombok,” ungkapnya.

Namun, UBN yang pernah ke Lombok pasca gempa ini mengaku belum menemukan secara langsung pemurtadan di Lombok. Pun begitu, masalah pemurtadan ini pernah ia ingatkan kepada masyarakan terdampak gempa.

“Hal itu sudah saya ingatkan di hari-hari awal kepada para pengungsi, itu berulangkali terjadi, saya bilang, nanti biasanya, setelah tiga bulan, setelah media lupa, dan masyarakat sudah tidak lagi memberikan donasinya, dan para relawan sudah lelah, biasanya datang yang masuk adalah kelompok pemurtadan, di sini tokoh diharap bersiap,” ungkapnya.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI