Meski Salah, Minoritas Selalu Dibela, UBN: Cara Berfikir Liberal yang Menyesatkan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pimpinan Arrohman Quranic Learning Center, KH Bachtiar Nasir turut memantau kasus dugaan pemurtadan yang melibatkan Dewi Handayani, sebagai seorang yang mendokumentasikan dugaan pemurtadan terhadap korban gempa di Lombok.

Menurut UBN, ia akan terus mencermati kasus ini, dan jika nantinya terjadi kriminalisasi terhadap Dewi, ia akan lakuka pembelaan. “Saya akan cermati terus, jika terjadi kriminalisasi thdp dewi, kita juga akan lakukan pembelaan artinya kita akan membela Dewi, jangan sampai dikriminalisasi,” ungkapnya ditemui di Gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (02/09/2018) malam.

Ketika ditanyai perihal sikap aparat yang memanggil dan memeriksa Dewi, UBN menilai ada masalah dengan cara berfikir pihak terkait.

“Saya kira yang jadi masalah adalah cara berfikir, cara berfikir HAM ini kan membela minoritas, salah atau benar,” ungkapnya.

“Persoalannya sekarang, mayoritas yang sedang berduka dan yang berulah adalah si minoritas, tapi si minoritas kemudian yang lebih dimenangkan demi menjaga stabilitas nasional, ini lah cara-cara berfikir liberal yang menyesatkan,” lanjutnya.

Karenanya, UBN meminta aparat kepolisian untuk berlaku adil dan bersikap tanpa ada cara berfikir liberal yang dijelaskan UBN tersebut.

“Untuk itu, aparat harus bertindak profesional dalam hal ini, jangan dipengaruhi cara-cara berfikir liberal seperti itu,” pungkasnya.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI