AQL Islamic Center Gelar Young Islamic Leadership Academy Kelima

JAKARTA (UMMAT Pos) — Islamic Leadership Academy (ILA) yang kelima resmi dibuka oleh Dewan Pembina Young Islamic Leaders, KH Bachtiar Nasir, di gedung Arrohman Quranic Learning Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (02/09/2018).

UBN mengungkapkan, ILA yang kelima ini adalah kelanjutan dari program Young Islamic Leader, sebuah sayap organisasi di bawah AQL yang fokus kepada proses kaderisasi kepemimpinan yang lebih profesional dan lebih maju.

“ILA ini diperuntukkan khususnya kepada usia muda yang produktif, dan alhamdulillah Tim Penyelenggara menangani ini dengan serius dan mengundang narator dan para narasumber yang kompeten di bidangnya,” ungkap UBN di gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (02/09/2018) malam.

Mantan Ketua GNPF Ulama ini menjelaskan bahwa para pesertanya datang dari berbagai daerah nusantara untuk mengikuti program kaderisasi ini.

“Di dalamnya saya masukkan juga beberapa unit dari AQL yang nantinya akan membantu pelatihan ini. Kaderisasi ini berbayar, untuk internalisasi mereka dan ini juga gak terlalu mahal, karena tempat kita sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdurrahman Rasyid, Wakil Ketua Umum Young Islamic Leader mengungkapkan bahwa ILA adalah organisasi kepemudaan yang bertujuan mencetak kader pemimpin muda yang memiliki wawasan, baik secara keagamaan maupun ilmu global, seperti ekonomi, teknologi, wirausaha dan politik.

“Jadi memang bukan hanya sisi agamanya saja, tapi juga dari sisi globalnya kita coba sampaikan. Ada juga pelatihan skill kepemimpinan,” ungkapnya usai peluncuran ILA kelima ini.

“Di sini nantinya akan ada semacam pemaparan materi di dalam kelas di bidangnya masing-masing dan kemudian ada tanya jawab, yang endingnya nanti adalah bagaimana mengimplementasikan ilmu-ilmu tersebut di masyarakat,” lanjutnya.

Salah satu materi yang akan disampaikan menurut Rasyid adalah metode aplikasi dari ilmu yang telah disampaikan. Menurutnya, nanti akan ada program “Praktek Kerja Juang”, sehingga ilmu yang sudah didapatkan kemudian diimplementasikan dan nantinya juga akan dipresentasikan, seperti apa dan sejauh mana manfaat dari pelatihan di kelas ini.

ILA kelima ini berlangsung dari bulan September sampai pertengahan November dan di setiap kelas akan diadakan pertemuan setiap akhir pekan.

Bukan hanya di kelas, program ini juga akan mengadakan outing class seperti outbond yang menunjukkan metode kerjasama, saling menunjukkan skill kepemimpinan dan memberikan teknik mengambil keputusan dalam waktu cepat. Rasyid mengungkapkan, ILA kelima ini kurang lebih akan ada 18 pertemuan.

Rasyid mengungkapkan sasaran peserta adalah anak muda yang memiliki potensi, baik dari keilmuannya maupun dari potensi strategis, dan posisi di lingkungan masyarakat.

“Ketika mereka sudah mendapatkan ilmu dan mendapatkan posisi yang lebih strategis, mereka dapat mengimplementasikan ilmunya dengan baik,” ungkapnya.

Terkait dengan usia peserta, Rasyid mengungkapkan bahwa usia yang disasar adalah pemuda dan pemudi produktif, berkisar antara umur 25 hingga 40 tahun.

“Ada penyaringan juga di awal, bukan sekedar mendaftar, tapi ada proses interview, seleksi di tahap awal, sejauh mana wawasan teman-teman pendaftar dan seberapa kuat niat mereka untuk menuntut ilmu,” ungkapnya.

ILA kelima ini, sebut Rasyid diikuti sekitar 54 orang, dengan rincian 50 orang terdaftar secara reguler, dan 4 orang melalui beasiswa. Sedangkan angkatan 1-4 ada 300 orang, ada yang di masyarakat untuk memimpin.

“Ada yang sudah bergerak di bidang industri, kemudian ingin belajar tentang kepemimpinan, mereka belajar di sini,” pungkasnya.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI