Komnas HAM Menilai Neno Sebagai Korban Pelanggaran Hak Asasi

JAKARTA (UMMAT Pos) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa tindakan persekusi terhadap siapapun, termasuk kepada relawan Gerakan Ganti Presiden, tidak boleh dilakukan.

“Boleh kamu tidak setuju dengan kelompok tertentu, tapi kamu gak boleh nyerbu rumahnya, gak boleh merusak propertinya. Seperti jika tidak setuju dengan tagar manapun, silahkan saja, tapi mempersekusi orang itu nggak boleh. Sebaliknya juga begitu, jika mereka melakukan persekusi terhadap orang lain, juga gak boleh,” ungkap Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, ditemui di Kantornya, Jl Latuharhari, Senin, (03/09/2018).

Komnas HAM diungkapkannya sudah menyatakan sikap dengan tegas, bahwa Komnas HAM menganggap apa yang dilakukan terhadap kelompok Neno Warisman itu adalah pelanggaran HAM.

“Karena kebebasan berekspresi itu dijamin oleh konstitusi kita, dan tidak ada Undang-undang yang dilanggar oleh mereka,” ungkapnya.

“Kalau misalnya ada tuduhan bahwa mereka melakukan makar, ya buktikan. Ada tuduhan mereka melakukan hate speech, ya diproses speechnya, tapi kebebasan berekspresinya gak boleh dihalang-halangi, begitu,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Komnas HAM tidak mau terlibat politiknya.

Terkait persekusi dan kebebasan berpendapat, Taufan juga mengomentari adanya ancaman dan intimidasi terhadap pengajian Ustadz Abdul Somad di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang akhirnya terpaksa dibatalkan.

“(Dilarang melakukan persekusi) termasuk pelarangan pengajian UAS di Jawa,” ungkapnya singkat.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI