Terkait Intimidasi UAS, AA Gym: Kalau alasannya di materi dakwah, berarti yang berhak menolak dan mengingatkan adalah MUI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Dai kondang, Abdullah Gymnastiar mengajak segenap umat dan bangsa untuk membiasakan diri dengan sesuatu yang benar, akurat dan lengkap. Hal ini disampaikan Aa Gym menanggapi postingan mengenai pembatalan agenda ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad.

“Ini adalah ujian bagi kita semua, ujian kematangan dan kedewasaan bagi semua. Mudah-mudahan kita membiasakan dengan sesuatu yang BAL, (Benar Akurat Lengkap),” kata Aa Gym dalam sebuah wawancara bertajuk Ustadz Somad Diintimidasi? pada sebuah stasiun televisi swasta, Senin, (3/9/2018).

Namun demikian, pimpinan ponpes Daarut Tauhid Bandung ini menegaskan bahwa dirinya percaya bahwa intimidasi yang dihadapi oleh UAS adalah hal yang serius dan perlu diungkap agar tidak berkembang persepsi yang negatif.

“Saya percaya yang dinyatakan Ustaz Abdul Somad, pasti tidak mengada-ada. Beliau akan bersikap sesuai dengan fakta” tambahnya.

Menurut Aa Gym permasalahan yang sedang dihadapi oleh da’i yang populer di media sosial tersebut harus jelas siapa yang menolak dan apa alasannya? Dan apa aparat harus melindungi hak-hak Ustaz Abdul Somad.

“Kalau alasannya karena kesalahan di dalam materi dakwah, berarti yang berhak menolak dan mengingatkan adalah Majelis Ulama. Atau menolak karena misalkan diduga melakukan tindakan kriminal, apa buktinya? Dan yang wajib bertindak adalah kepolisian,” kata Aa Gym.

BACA JUGA: Soal Intimidasi Terhadap UAS, Aa Gym: Jangan Sampai Ada Persepsi ‘Wasit’ Bermain

Tetapi jika penolakan itu, lanjut Aa Gym, hanya karena adanya dugaan keberpihakan kepada pilihan politik jelang Pilpres 2019, maka aparat wajib melindungi hak setiap warganegara.

“Kalau gitu, aparat harus melindungi, karena keberpihakan kepada salah satu kandidat itu adalah hak konstitusi, hak setiap warganegara, dan saya kira aparat harus membantu melindungi,” pungkasnya.

Aa Gym mendesak aparat negara dan semua pihak terkait untuk segera mensikapi apa yang dialami UAS dengan adil sesuai dengan fungsinya. Ia juga mengingatkan, jangan sampai ada persepsi yang berkembang seolah-olah aparat negara atau yang diistilahkannya dengan wasit, berada di balik kejadian ini dengan bertindak tidak adil.[fm]

PILIHAN REDAKSI