UAE kecam ketidakhadiran al-Houthi dalam pembicaraan Jenewa

DUBAI (UMMAT Pos) — Anwar Gargash, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE), pada Sabtu mengatakan ketidakhadiran gerilyawan Al-Houthi dalam pembicaraan perdamaian Jenewa, yang dipelopori PBB, memperlihatkan “ketidakpedulian mereka untuk mengakhiri penderitaan rakyat Yaman”.

Kelompok pemberontak Al-Houthi pada Jumat (7/9) dilaporkan mengatakan bahwa mereka tidak menghadiri pembicaraan di Jenewa sebab mereka tak diberi jaminan untuk “bisa pulang secara aman” ke Ibu Kota Yaman, Sana`a, yang telah diduduki kelompok itu sejak September 2014.

Pembicaraan tersebut dimaksudkan untuk menemukan penyelesaian diplomatik bagi perang tiga-setengah-tahun di Yaman, yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang Yaman.

“Proses perdamaian Yaman, yang dipelopori PBB, di Jenewa memperlihatkan apa sebenarnya gerilyawan Al-Houthi: milisi ekstrem penuh kekerasan dan penghalang,” kata Gargash di akun Twitternya, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Gerilyawan Al-Houthi berhasrat untuk merebut ibu kota, dan mengambil alih kekuatan dan keuntungan ekonomi dari perang”, sementara Yaman sangat memerlukan proses politik guna mengakhiri krisis saat ini, kata Gargash.

UAE menuduh Iran mendukung gerilyawan Al-Houthi dalam upaya merusak kestabilan di Wilayah Teluk.

UAE adalah bagian dari koalisi militer Arab, pimpinan Arab Saudi, di Yaman –yang telah memerangi gerilyawan Al-Houthi sejak Maret 2015– untuk mendukung pemerintah yang diakui masyarakat internasional dan dipimpin oleh Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sumber: Antara