Pelapor Video Kaesang, #BapakMintaProyek, Hidayat Bebas dari Masa Tahanan

BEKASI (UMMAT Pos) — Hidayat Simanjuntak, pelapor Kaesang Pangarep putra Presiden Joko Widodo atas dugaan pencemaran nama baik, selesai menjalani masa tahanan atas kasus provokasi yang diadili Pengadilan Bekasi pada Desember 2017 silam.

“Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, saya sudah kembali pulang ke rumah, setelah menjalani masa pidana selama 14 bulan yaitu sekitar 6 bulan di Lapas Bulakkapal Bekasi dan 8 bulan di Lapas Gunung Sindur Bogor,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, di Perumnas I, Jalan Palem V, RT 04 RW 08, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Selasa, (11/09/2018).

Hidayat didakwa Pengadilan Bekasi atas tuduhan melanggar UU ITE dan dianggap memprovokasi dengan ujaran kebencian SARA, oleh penegak hukum.

Seperti diketahui, Hidayat melaporkan Kaesang telah menodai agama Islam melalui video yang diunggah melalui akun Youtube.

“Akun Youtube milik terlapor isi videonya bermuatan ujaran kebencian berdasarkan SARA berupa ucapan kata-kata mengadu domba dan mengafirkan-kafirkan, seperti, enggak mau mensalatkan padahal sesama Muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso,” kata Hidayat melalui laporan tersebut.

Video yang dimaksud adalah video blog milik Kaesang yang berjudul #BapakMintaProyek. Sebab, di dalam video itu terdapat kata-kata serupa seperti yang tertulis di dalam laporannya.

Sebelumnya, Hidayat mengaku tidak mengetahui jika yang dilaporkannya adalah putra bungsu dari presiden Joko Widodo.

“Saya menganggap pengalaman pidana ini luar biasa memberikan banyak sekali poin pelajaran dan hikmah dalam perjalanan dakwah yang kami dengan teman-teman tempuh, juga upaya untuk berkontribusi sebagai warga negara bagi kebaikan negeri ini, bangsa ini, dan utamanya untuk kebaikan Islam, kemaslahatan yang menjadi kewajiban kaum muslimin di manapun dia berada,” ungkapnya.

Hidayat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan Pusat edukasi rehabilitasi dan advokasi (Perisai) ketika masih menjalani masa tahanan di Lapas Bulakkapal dan di Gunung Sindur.

“Perisai adalah salah satu sahabat kami yang begitu sangat memberikan perhatian dan kepedulian dan kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan dakwah di dalam Lapas dengan dukungan yang luarbiasa dari Perisai,” ungkapnya.

Kiprah Perisai sebagai lembaga kemanusiaan dan advokasi tersebut menurut Hidayat cukup membantu, termasuk dalam kegiatan ibadah, sosial dan kemasyarakatan seperti puasa Ramadhan maupun puasa sunnah Senin-Kamis.

Reporter: Dodiek Kurniawan/ perisai

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI