Kritisi Sejumlah Kebijakan Jokowi, Gabungan BEM PTAI Sejabodetabek Akan Gelar Aksi Jumat Besok

JAKARTA (UMMAT pos) —  Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (PTAI) dan aliansi Mahasiswa Primordial se-Jabodetabek akan menggelar aksi guna mengkritisi kebijakan pemerintahan Joko Widodo.

Koordinator lapangan, Dewi Nabilla mengatakan bahwa aksi damai itu merupakan gerakan murni tanpa ditunggangi kepentingan politik yang akan diikuti oleh lebih dari 700-an mahasiswa pada , Jumat (14/9) esok.

“Aksi damai ini merupakan refleksi dari mahasiswa yang saat ini kehidupan makin susah, tidak ada kepentingan politik dalam aksi tersebut,” kata Dewi kepada wartawan Kamis (13/9).

Menurutnya, kondisi ekonomi dan negara saat ini semakin tidak menentu yang ditandai dengan melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika serta masalah lainnya. Sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tak memihak pada rakyat tambahnya menjadi keprihatinan mahasiswa terhadap nasib bangsa.

“Di tambah lagi dengan pernyataan Menteri Agama yang dengan lantang mengatakan untuk mengurangi volume suara adzan,” katanya.

Ia mencontohkan, sikap pemerintah yang mencabut subsidi BBM telah berdampak luas terhadap perekonomian dan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok.

“Import besar-besaran yang dilakukan pemerintah menyebabkan harga diri bangsa saat ini seakan kehilangan kedaulatannya dan yang lebih memalukan lagi pemerintah hari ini mengandalkan hutang luar negeri dalam melakukan pembangunannya,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) pekan lalu menggelar aksi unjuk rasa di Pekanbaru guna menuntut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

Ribuan mahasiswa itu menggelar aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9) dan menggelar orasi meminta Joko Widodo untuk diturunkan dari jabatannya.

Mengenakan almamater biru, mereka mengarak sebuah “pocong” dan spanduk besar bertulis “Turunkan Jokowi”.

Mahasiswa berhasil memasuku pintu gerbang DPRD Riau, sebelum akhirnya menduduki ruang rapat paripurna. [opsi/tm]

PILIHAN REDAKSI