Sikapi bencana nasional, Ust. Bachtiar Nasir: Kita harus jujur terhadap kesalahan kita sendiri

JAKARTA (UMMAT Pos) — KH Bachtiar Nasir menyebutkan bahwa setiap bencana yang datang penyebabnya adalah dosa, dan jika terjadi suatu bencana besar di suatu daerah, maka ada dosa besar yang dilakukan di tempat tersebut. UBN menyebutnya sebagai hukum Allah, atau Sunnatullah.

“Penyebab semua bencana besar adalah dosa dan biasanya kalau ada bencana besar ada dosa besar di situ sunnatullah nya memang begitu. Dan sekarang ini sudah ditampakkan akibatnya, jadi bukan waktunya lagi mencari kesalahan siapa. Ini saatnya kita berbenah saja, menangkap peringatan agar tidak terjadi seperti ini berikutnya,” ungkap UBN usai memimpin acara Doa dan Taubat Nasional di Gedung AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (30/09/2018) malam.

Pun begitu, pria yang akrab disapa UBN ini mengungkapkan bahwa kita juga tidak boleh takut menengok kesalahan dan kemusyrikan yang dilakukan lewat upacara-upacara tradisi. Ia menyebutkan harus ada kejujuran jika misalnya memang ada LGBT yang sudah mulai marak di sana, di tempat terjadinya bencana.

“Kita harus jujur terhadap kesalahan kita sendiri, tidak boleh tutup mata. Justru ketika kita menelanjangi diri di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Allah akan sayangi kita dan terima tobat tobat kita semua,” ungkapnya.

“Tetapi sebaliknya, jika kita keukeuh¬†dengan dosa dan kita tidak mau mengakui, atau mungkin kita mengakui dosa yang lain, tetapi kita tidak mau mengakui dosa yang satu ini yang sebetulnya boleh jadi itu menjadi penyebab bencana, ya Allah tidak akan terima Taubat Taubat kita,” tukasnya.

Sebelumnya, ia mengimbau Pemerintah dan segenap bangsa Indonesia melakukan Doa dan Taubat Nasional, melihat kembali terjadinya gempa di Indonesia. Bencana yang dialami di beberapa tempat seperti di Donggala, Palu dan Lombok, menurut mantan ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ini adalah peringatan yang disampaikan Allah kepada bangsa Indonesia.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI