Kisruh di sekitar toko pasca tsunami Palu, polisi lepaskan tembakan ke udara

PALU (UMMAT Pos) — Terjadi kekisruhan di sekitar toko-toko di Palu dan Donggala, ketika sejumlah besar warga berusaha mengambil barang-barang dari toko-toko.

Petugas polisi berusaha mengatur ketertiban, dengan meminta warga antre untuk mendapatkan kebutuhan mereka secara gratis dari toko-toko itu, karena mereka belum tersentuh bantuan kemanusiaan.

Mengutip laporan BBC, lebih lanjut mengabarkan bahwa sebagian warga yang tidak sabar, melempari polisi dengan batu. dan polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara, meyerukan warga untuk tertib.

Di Kabupaten Donggala, warga merangsek masuk toko-toko swalayan. Bupati Kasman Lassa dan Kapolres Ferdinand turun ke lokasi, meyakinkan warga bahwa mereka akan mendapat kebutuhan mereka.

Bupati Kasman Lassa mengatakan bahwa situasi itu bisa dimaklumi.

“Ini soal perut,” kata Bupati Kasman Lassa kepada Metro TV.

“Mereka sudah lapar, setelah beberapa hari kena gempa. Jadi mereka memaksa toko-toko. Nah, mereka boleh ambil makanan apa saja: beras, lauk, roti, silakan,”kata Bupati.

“Tapi jangan ambil kursi, televisi, atau yang begitu. Hanya makanan,”bupati mengingatkan

Kapolres Ferdinand dalam kesempatan itu mengatakan, para petugas berusaha menertibkannya dengan meminta warga untuk mengantre, dan petugas akan membagikan makanan dalam jumlah yang adil,” katanya.

Polisi tangkap 45 terduga penjarah

Kepolisian Resor Palu Sulawesi Tengah menangkap 45 terduga pelaku penjarah.

Barang bukti yang disita antara lain televisi, komputer, kulkas, mesin ATM, hingga belasan unit sepeda motor.

“Para pelaku merupakan kelompok penjarah sejumlah fasilitas umum, seperti kios, minimarket, ataupun gudang elektronik yang ditinggal pergi oleh para pemiliknya saat gempa terjadi,” kata juru bicara Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di halaman Mapolresta Palu, Selasa (2/10).

“Selain menjarah barang-barang, para pelaku juga merusak dan membongkar sejumlah ATM dengan linggis, serta mengambil motor warga yang ditinggal para pemiliknya.

Menurut polisi, sebagian dari 45 yang ditangkap itu adalah residivis dan narapidana yang kabur dari penjara Petobo saat gempa terjadi.[fm/bbc]

PILIHAN REDAKSI