Kanada Cabut Status Warganegara Kehormatan dari Aung San Suu Kyi

OTTAWA (UMMAT Pos) — Parlemen Kanada akhirnya menganulir kewarganegaraan kehormatan yang diberikan kepada Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi pada 2007, keputusan tersebut diambil karena ia dinilai bungkam atas fakta pembantaian kaum minoritas Islam di negaranya.

Senat Kanada, yang menyetujui keputusan Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September lalu akhirnya memutuskan untuk menghapuskan kewarganegaraan kehormatan yang diberikan kepada Suu Kyi pada tahun 2007 itu.

Suu Kyi adalah orang pertama yang mendapatkan kewarganegaraan kehormatan Kanada.

Pada tahun 1991, Suu Kyi dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian atas perjuangannya untuk kehidupan demokrasi di negaranya. Pada tahun 2007, pemerintah Kanada kemudian memberikan penghargaan kewarganegaraan bagi Suu Kyi.

Sebagaimana diketahui, akibat serangkaian pembantaian dan aksi genosida oleh rezim Myanmar, sejak tahun 2017 sampai sekarang telah menyebabkan lebih dari 700 ribu Muslim Arakan mencari perlindungan di negara tetangganya, Bangladesh.

Aksi yang disebutkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai “pembersihan etnis” tersebut tidak menggerakkan Suu Kyi untuk menggunakan pengaruhnya, ia bahkan dinilai acuh terhadap gelombang kekerasan dan tidakan menentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Arakan.

Selain Kanada, kota-kota lain seperti London dan Oxford di Dublin telah menarik tanda kehormatan mereka untuk Suu Kyi.

Aktivis hak asasi manusia di Kanada telah mengajukan petisi sementara dan protes, menuntut pembatalan kewarganegaraan yang diberikan kepada Suu Kyi.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan pada hari sebelumnya, mengarahkan parlemen federalnya untuk menegaskan keputusannya. Ia bahkan menyatakan bahwa pembatalan kewarganegaraannya tidak cukup untuk meringankan penderitaan umat Islam yang terlibat dalam pembantaian.

Sumber: TRT

Penerjemah: Faisal

PILIHAN REDAKSI