Kekhawatiran munculnya penyakit menyusul temuan korban tsunami yang membusuk

JAKARTA (UMMAT Pos) — Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah korban jiwa pasca gempa-tsunami Palu telah bertambah menjadi 1.649, dengan lebih dari seribu mungkin masih hilang di sekitar pantai pulau Sulawesi.

“Jadi 1.648 jenazah itu yang dimakamkan, yang masih hilang 563 dan yang tertimbun ini ada 162 jiwa. Nah, yang tertimbun ini kan perlu digali, perlu diidentifikasi dulu,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (5/10/2018).

Wiranto menginstruksikan agar pemakaman korban meninggal segera dilakukan.

“Tapi kita sudah memerintahkan, jangan ada mayat yang disimpan lagi, nanti bisa timbulkan penyakit. Juga banyak jenazah yang tidak (dimakamkan) di kuburan massal, karena diminta keluarganya,” lanjutnya.

Harapan untuk menemukan seseorang yang hidup delapan hari penuh sejak bencana itu telah mulai memudar, meskipun upaya evakuasi belum dihentikan.

“Kami memperkirakan ada lebih dari 1.000 rumah terkubur, jadi mungkin lebih dari 1.000 orang masih hilang,” kata Yusuf Latif, Kasubbag Humas Badan SAR Nasional, M Yusuf Latif, kepada kantor berita AFP, hari Jumat (05/10).

Yusuf merujuk pada kompleks perumahan Balaroa yang terimbas likuifaksi setelah gempa-tsunami menerjang Palu, pada 28 September 2018 lalu.

Ada kekhawatiran bahwa sejumlah besar mayat yang membusuk yang terkubur di bawah tanah Petobo dan Balaroa –– dua wilayah yang paling terdampak bencana- dapat mengancam kesehatan tim penyelamat.

“Sebagian besar mayat yang kami temukan tidak utuh, dan itu menimbulkan bahaya bagi tim penyelamat. Kami harus sangat berhati-hati untuk menghindari kontaminasi,” kata Yusuf.

“Kami telah memvaksinasi tim kami, tetapi kami harus ekstra hati-hati,” katanya.

Sementara itu, PBB mengumumkan pada Jumat, bahwa mereka membutuhkan $ 50,5 juta “bantuan segera” untuk membantu korban gempa dan tsunami yang melanda Indonesia.

Setelah beberapa hari tertunda, bantuan internasional perlahan-lahan menuju zona bencana, di mana PBB mengatakan hampir 200.000 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sumber: AFP | TRT

Faisal

PILIHAN REDAKSI