Dikawal Alumni 212, Amien Rais Datangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?

JAKARTA (UMMAT Pos) — Sesepuh ormas Muhammadiyah, Amien Rais hari ini dijadwalkan akan menghadiri pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus pemberitaan bohong Ratna Sarumpaet di Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Jakarta.

Menurut keterangan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono kemungkinan Amien akan dampingi sejumlah pengacara dan mendapatkan dukungan dari massa yang akan menggelar aksi solidaritas di Polda Metro Jaya.

“Kita tunggu saja kedatangannya,” kata Argo di Jakarta kepada wartawan pada Rabu.

Argo mengaku telah menerima pemberitahuan terkait rencana aksi massa pendukung Ketua Dewan Kehormatan PAN itu yang diperkirakan berjumlah 500 orang.

Sejumlah massa dari Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), Brigade 212, Jawara Betawi, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan sejumlah kelompok kemasyarakatan lainnya bersiap menggelar “Aksi Kawal Amien Rais” di Polda Metro Jaya pada Rabu ini.

Massa akan berkumpul dan menunaikan shalat Dhuha di Masjid Al Munawwar Pasar Minggu Jakarta Selatan kemudian berangkat menuju Polda Metro Jaya.

Tokoh reformasi tersebut diinformasikan akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya setelah sebelumnya berhalangan hadir karena alasan jadwal pemanggilan yang mendadak dan acara yang harus dihadiri cukup padat.

Sebelumnya, Amien Rais sempat menyampaikan pernyataan kepada media terkait pengakuan Ratna yang menjadi korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018.

Namun, Ratna akhirnya mengakui cerita pengeroyokan itu sebagai informasi bohong dan sama sekali tidak terjadi.

Terkait hal itu, Polisi menangkap Ratna Sarumpaet saat hendak terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10).

Polisi telah menetapkan status tersangka terhadap Ratna yang dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Ratna Sarumpaet, Presiden Konfederasi Serikat Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan dokter Sidiq yang mengoperasi plastik Ratna. [faisal/antara]

PILIHAN REDAKSI