Hari ke-12 Pasca Gempa Tsunami Palu, Korban Jiwa Capai 2.037 Orang

PALU (UMMAT Pos) — Angka korban yang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bertambah. Memasuki hari ke-12 tercatat ada 2.037 korban jiwa. Demikian menurut data dari Posko Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Satgasgabpad) Sulteng.

Rincian korban tewas, di Kota Palu sebanyak 1636 jiwa, Kabupaten Donggala sebanyak 171 jiwa, Kabupaten Sigi 222 jiwa, dan Parimo sebanyak 8 jiwa. “Seluruh korban sudah dimakamkan di pemakaman massal Kota Palu, di Paboya dan pemakaman massal Pantoloan, pemakaman keluarga dan pemakaman massal di Donggala,” kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola melalui keterangan resminya pada Rabu (10/10).

Adapun koban selamat dan luka-luka mencapai 4.084 orang, koban Hilang 671 orang, serta rumah rusak yang sudah terdata mencapai 67.310 unit. Rinciannya, rumah rusak di kota Palu 65.733 unit, rumah rusak di Sigi 897 unit, dan rumah rusak di Donggala mencapai 680 unit.

Sementara untuk masyarakat yang mengungsi hingga saat ini terdata mencapai 74.044 jiwa. Rinciannya, pengungsi di kota Palu 3.862 orang, pengungsi di Sigi 15.200 orang, dan pengungsi di Donggala 20.223 jiwa.

Saat ini, Pemprov Sulteng fokus untuk penyaluran distribusi logistik. Bantuan akan terus dilakukan ke lokasi pengungsian dan tempat-tempat terdampak bencana parah yang masih terisolir.

“Pemerintah akan terus bersama-sama masyarakat, tidak pernah sedikitpun meninggalkan masyarakat. Pemerintah berusa untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat,” ucap Longki.

Longki menjanjikan untuk masyarakat yang tempat tinggalnya hancur atau hilang akan dibangunkan hunian sementara. Tujuannya untuk memberikan jaminan kelangsungan kehidupan bagi seluruh masyarakat korban bencana.

“Selanjutnya akan dibangun hunian tetap di tempat yang sementara diusahakan dan dilakukan kajiannya. Saya yakin Sulteng akan bangkit,” tegasnya.

Sementara itu, jumlah korban diyakini akan terus bertambah. Tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi agar seluruh korban bisa ditemukan.[fm/jpnn].

PILIHAN REDAKSI